Puluhan Hektar Padi dan Hortikultura di Sikka Gagal Panen akibat Kekeringan

Kompas.com - 15/10/2020, 12:20 WIB
Foto : Osias Dosi, salah seorang petani yang tanaman padi dan hortikulturalnya gagal panen. Kompas.com/Nansianus Taris Foto : Osias Dosi, salah seorang petani yang tanaman padi dan hortikulturalnya gagal panen.

MAUMERE, KOMPAS.com - Puluhan hektar padi dan hortikultura milik para petani di Desa Magepanda, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, NTT, gagal panen akibat kekeringan.

Kekeringan yang melanda Kabupaten Sikka sudah terjadi selama tiga bulan.

Perwakilan petani Desa Magepanda, Osias Dosi mengatakan, sebenarnya gagal panen sudah sering dialami hampir setiap tahun.

Baca juga: Berhenti Jadi Sopir karena Pandemi, Kini Rian Sukses Beternak Cacing dengan Omzet Jutaan Rupiah

Khususnya tahun ini di mana cuaca tidak menentu yang mengakibatkan Bendungan Ijura sebagai sumber pasokan air untuk ratusan hektar sawah di desa itu mengecil bahkan sebagian mengering. 

"Selama ini tidak pernah hujan. Jadinya tidak ada lagi air untuk mengairi padi dan tanaman hortikultura yang sudah kami tanam. Tahun ini kami semua gagal panen semua tanaman mengering karena tidak ada air. Kami rugi sampai jutaan rupiah," kata Dosi kepada awak media, Rabu (14/10/2020).

"Dari biasanya kami di sini tanam dan panen dua kali setahun, dua tahun terakhir kami satu kali saja. Mau kerja dua kali juga pikir-pikir," ujar Dosi menambahkan.

Baca juga: Cerita Bripka Heidi Sukses Jadi Peternak Lele, Terinspirasi Tekuni Bisnis Setelah Tilang Seorang Pengendara

Dosi menyebut, para petani di desa itu berupaya mendapatkan air dengan menggali sumur bor.

Namun, tidak semua mampu karena harus mengeluarkan biaya yang besar. Karena tidak memiliki biaya, banyak para petani pasrah dengan keadaan. 

Dosi berharap agar pemerintah bisa memperhatikan kondisi Bendungan Ijura sebagai sumber air ratusan hektar sawah di wilayah itu.

Jika tidak, para petani akan selalu mengalami hal yang sama setiap tahun.

Adapun Kabag Humas Setda Sikka Very Awales mengaku sudah melihat langsung kondisi kekeringan di lima wilayah di Sikka.

"Pemerintah sudah cek lokasi dan akan tanggulangi persoalan yang disampaikan para petani di Desa Magepanda," ujar Awales melalui sambungan telepon, Kamis (15/10/2020).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Regional
1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah 'Rapid Test' Ulang

1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah "Rapid Test" Ulang

Regional
Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Regional
Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Regional
Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Regional
Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Regional
Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Regional
Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Regional
Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Regional
Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Regional
Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Regional
Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Regional
Longsor Jalan Medan-Berastagi, Satu Sopir Truk Tewas, Lalu Lintas Lumpuh Total

Longsor Jalan Medan-Berastagi, Satu Sopir Truk Tewas, Lalu Lintas Lumpuh Total

Regional
11 Petugas KPPS Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Hasil Rapid Test Massal

11 Petugas KPPS Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Hasil Rapid Test Massal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X