Kecewa KPU Diskualifikasi Paslon Petahana Ogan Ilir, Pendukung Ilyas-Endang Gelar Unjuk Rasa

Kompas.com - 14/10/2020, 17:59 WIB
Dua orang pengunjuk rasa pendukung paslon yang didiskualifikasi KPU Ogan Ilir menyerahkan kotak berisi tikus kepada  komisoner KPU Ogan Ilir Rusdi Daduk di depan gerbang Kantor KPU Ogan Ilir, Rabu (14/10/2020).

2. Polisi tetap bersiaga meskipun pengunjuk rasa hanya dua orang di depan gerbang Kantor KPU Ogan Ilir hari ini Rabu (14/10/2020) KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGDua orang pengunjuk rasa pendukung paslon yang didiskualifikasi KPU Ogan Ilir menyerahkan kotak berisi tikus kepada komisoner KPU Ogan Ilir Rusdi Daduk di depan gerbang Kantor KPU Ogan Ilir, Rabu (14/10/2020). 2. Polisi tetap bersiaga meskipun pengunjuk rasa hanya dua orang di depan gerbang Kantor KPU Ogan Ilir hari ini Rabu (14/10/2020)

INDRALAYA, KOMPAS.com - Tidak terima paslon Ilyas-Endang yang merupakan pasangan calon bupati dan wakil bupati Ogan Ilir Sumatera Selatan petahana didiskualifikasi,  pendukungnya menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Kantor KPU setempat pada Rabu (14/10/2020).

Uniknya, jika biasanya pendukung seorang paslon yang berunjuk rasa puluhan atau ratusan, kali ini pendukung yang melakukan aksi hanya dua orang saja.

Hanya saja dalam aksi tersebut kedua orang pengunjuk rasa membawa kitab suci Al Quran yang diserahkan ke Kapolres Ogan Ilir dan dua ekor tikus yang diserahkan ke KPU dan Bawaslu Ogan Ilir.

Dalam orasinya salah satu pengunjuk rasa yang wajahnya disamarkan dengan pewarna itu mengatakan ia kecewa dengan keputusan KPU Ogan Ilir yang mendiskualifikasi pasangan petahana Ilyas Panji Alam-Endang Putra Utama.

Baca juga: Cabup Petahana Ogan Ilir Didiskualifikasi KPU, Kampanye Jalan Terus Sampai Ada Putusan MA

Keputusan KPU mengada-ada

Menurutnya keputusan yang dibuat oleh KPU Ogan Ilir kurang cermat dan mengada-ada serta berpotensi memecah belah warga Ogan Ilir.

Untuk itu ia mendesak Mahkamah Agung (MA), sebagai tempat Tim Advokasi Ilyas-Endang melakukan upaya hukum, agar membatalkan keputusan KPU Ogan Ilir dan mengembalikan padangan Ilyas-Endang sebagai calon bupati dan wakil bupati Ogan Ilir dalam Pilkada 9 Desember nanti.

"Kami juga menuntut Komisioner KPU Ogan Ilir dipecat seluruhnya dan diusut serta dilakukan pemeriksaan terhadap mereka karena mengeluarkan surat keputusan tersebut, kedua kami menuntut diperiksa kekayaan mereka kalau ditemukan sesuatu yang mencurigakan maka harus diproses," kata pengunjuk yang mengaku bernama Mr Y, di lokasi. 

Baca juga: KPU Ogan Ilir Diskualifikasi Calon Bupati Petahana Ilyas-Endang

Ancam kerahkan massa

Ia mengancam akan mengerahkan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tak dipenuhi.

"Kami punya tim di desa sebanyak 250 orang perdesa yang dapat kami gerakkan untuk melakukan aksi di KPU Ogan Ilir jika tuntutan kami tak dipenuhi," kata Mr Y lantang.

Sementara Komisioner KPU Ogan Ilir Rusdi Daduk yang sempat menemui kedua pengunjuk rasa mengatakan, silahkan saja pengunjuk rasa pendukung paslon petahana menyampaikan aspirasinya. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Regional
Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Regional
Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Regional
Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Regional
Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Regional
Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X