Buat Grup WhatsApp "Futsal", Pelajar 17 Tahun Jadi Tersangka Provokasi Demo di Kalbar

Kompas.com - 14/10/2020, 16:21 WIB
Polda Kalimantan Barat (Kalbar) membongkar grup whatsapp “Futsal” yang menyebarkan informasi hoaks dan memprovokasi saat demonstrasi tolak omnibus law Undang-undang Cipta Kerja. Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, dalam pengungkapan ini, satu orang admin grup tersebut berinisial YA. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTAPolda Kalimantan Barat (Kalbar) membongkar grup whatsapp “Futsal” yang menyebarkan informasi hoaks dan memprovokasi saat demonstrasi tolak omnibus law Undang-undang Cipta Kerja. Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, dalam pengungkapan ini, satu orang admin grup tersebut berinisial YA.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - YA pelajar berusiai 17 tahun di Pontianak ditetapkan sebagai tersangka karena menjadi admin grup WhatsApp "Futsal" yang diduga memprovokasi saat demo tolak Omnibus Law di Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.

Selain memprovokasi, grup WhatsApp diduga juga menyebarkan informasi hoaks.

YA diamankan pada Jumat (9/10/2020) dengan barang bukti tangkapan layar telepon dari grup WhatsApp tersebut.

Pelajar 17 tahun itu membuat grup WhatsApp beranggotakan 11 orang tersebut setelah ia mengikuti konsolidasi aksi demonstrasi di salah satu kampus di Pontianak.

Baca juga: Polisi Temukan Grup WhatsApp “Futsal” Berisi Provokasi Demo Tolak Omnibus Law

Menurut Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go, YA menyiapkan batu dan cat semprot untuk aksi demo.

“Pelaku YA mengajak mempersiapkan diri untuk mengikuti aksi demo dengan membawa peralatan seperti batu dan cat pilox (cat semprot),” ujar Donny.

Donny menegaskan unggahan di grup WhatsApp tersebut mengandung muatan provokasi dan berita bohong. Karena itu polisi melibatkan ahli bahasa.

“Penyidikan juga akan melibatkan ahli bahasa untuk penanganannya,” tegas Donny.

Baca juga: Jadi Tersangka, Admin Grup WhatsApp Provokasi Demo di Kalbar Tidak Ditahan

Jadi tersangka, YA wajib lapor

Aparat kepolisian mengamankan 35 perusuh saat aksi demonstrasi menolak omnibus law UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalimantan Barat (Kalbar) Kamis (8/10/2020). Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, usai diamankan, 35 perusuh tersebut dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan rapid test. Hasilnya 5 orang dinyatakan reaktif.KOMPAS.COM/HENDRA CIPTA Aparat kepolisian mengamankan 35 perusuh saat aksi demonstrasi menolak omnibus law UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalimantan Barat (Kalbar) Kamis (8/10/2020). Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, usai diamankan, 35 perusuh tersebut dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan rapid test. Hasilnya 5 orang dinyatakan reaktif.
Sementara itu Kasubdit V Direktorat Kriminal Khusus Polda Kalbar Kompol Dudung Setiawan mengatakan YA sudah ditetapkan sebagai tersangka dan terancam tiga tahun penjara.

“Statusnya sudah tersangka, dia dijerat dengan Pasal 14 Ayat 2 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana,” kata Dudung kepada Kompas.com, Rabu (14/10/2020).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X