Sales Pupuk Ditangkap Terkait Kasus Uang Palsu, Pelaku: Rp 1 Juta Saya Pakai untuk Jalan-jalan...

Kompas.com - 14/10/2020, 16:07 WIB
Polisi saat menunjukkan barang bukti uang palsu dan pelaku dalam rilis pengungkapan kasus di Mapolres Lamongan, Rabu (14/10/2020). KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHPolisi saat menunjukkan barang bukti uang palsu dan pelaku dalam rilis pengungkapan kasus di Mapolres Lamongan, Rabu (14/10/2020).

LAMONGAN, KOMPAS.com - Polisi menangkap OA (52) warga Bangkalan, Madura, setelah kedapatan mengedarkan uang palsu di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita setumpuk lembaran uang palsu pecahan Rp 100.000.

Baca juga: Nekat Belanja Pakai Uang Palsu, IRT di Tana Toraja Dibekuk Polisi

Aksi pria yang berprofesi sebagai sales pupuk itu terungkap setelah polisi mendapatkan informasi transaksi uang palsu di Lamongan.

Polisi melakukan penyelidikan dan menggeledah kediaman OA.

"Saat kami periksa di tempat kosnya, kami temukan uang palsu senilai Rp 9 juta. Sementara yang Rp 1 juta, sudah dibelanjakan oleh tersangka," ujar Kapolres Lamongan AKBP Harun saat rilis pengungkapan kasus di Mapolres Lamongan, Rabu (14/10/2020).

Harun mengatakan, OA mendapat pasokan uang palsu dari rekannya, S yang berasal dari Mojokerto.

S telah lebih dulu ditangkap polisi di Surabaya.

"Jadi dia dapat uang palsu Rp 10 juta ini beli dari S. Untuk Rp 1 juta uang palsu sudah dibelanjakan, dan sudah mendapat kembalian uang asli sebanyak Rp141.000," ucap Harun.

OA mengaku membelanjakan uang palsu senilai Rp 1 juta untuk kebutuhan sehari-hari dan bersenang-senang.

Sementara uang sebesar Rp 9 juta itu masih disimpan di kamar kos.

"Rp 1 juta sudah saya buat untuk makan, beli rokok dan jalan-jalan ke Yogyakarta. Dapat sisa kembalian Rp 141.000 uang asli," kata OA. 

Baca juga: Maju Pilkada Buru Selatan, Istri Bupati Diarak Pakai Tandu oleh Pendukung Saat Kampanye

Atas perbuatan yang dilakukan, OA dijerat dengan Pasal 36 Ayat 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang peredaran mata uang palsu, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Karena temuan kasus uang palsu ini, Kapolres Lamongan mengingatkan warga lebih waspada dan teliti dalam bertransaksi. Masyarakat diminta memastikan keaslian uang dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan 'Lalaki Sajabar'

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan "Lalaki Sajabar"

Regional
Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X