Banjir Bandang di Garut, Puluhan Kapal Nelayan Hilang dan Rusak

Kompas.com - 14/10/2020, 13:56 WIB
Seorang warga membersihkan material dampak dari bencana banjir bandang di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (13/10/2020). FOTO ANTARA/ChandraSeorang warga membersihkan material dampak dari bencana banjir bandang di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (13/10/2020).

“Sebagian ada yang lepas jangkar di tengah, sebagian lagi ke pantai berlabuhnya, yang lepas jangkar di tengah baru bisa sore merapat ke pelabuhan,” katanya.

Sula (45), nelayan yang biasa merapatkan kapalnya di pelabuhan ikan Santolo saat ditemui di Pantai Santolo mengungkapkan, meski saat kejadian ia sedang melaut, namun kapalnya tetap rusak akibat banjir bandang.

Sebab, saat akan berlabuh di pantai, arus air dari muara cukup kencang hingga membuat kerusakan ringan pada perahunya.

“Paling beli tambang buat ngikat bagian kapal yang kendor, karena kemarin kena arus kencang dari muara,” katanya saat ditemui tengah memperbaiki kapalnya yang dilabuhkan di Pantai Santolo yang sebelumnya jadi tempat wisatawan bermain air.

Sula yang tinggal di Kampung Mancagahar, Desa Mancagahar, Kecamatan Pamengpeuk, ini mengaku, harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu rupiah untuk memperbaiki kapalnya.

Namun, Sula masih merasa beruntung karena banyak rekannya harus mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah untuk memperbaiki kapal mereka yang rusak.

“Ada yang bagian kapalnya patah, itu biayanya bisa sampai Rp 1 juta lebih buat betulinya,” katanya.

Baca juga: Fakta Terkini Banjir dan Longsor di Garut, Bupati Sebut Soal Kerusakan Hutan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Regional
BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X