Dianggap Melakukan Provokasi untuk Demo, Admin Grup WhatsApp Ditangkap

Kompas.com - 14/10/2020, 05:20 WIB
Polda Kalimantan Barat (Kalbar) membongkar grup whatsapp “Futsal” yang menyebarkan informasi hoaks dan memprovokasi saat demonstrasi tolak omnibus law Undang-undang Cipta Kerja. Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, dalam pengungkapan ini, satu orang admin grup tersebut berinisial YA. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTAPolda Kalimantan Barat (Kalbar) membongkar grup whatsapp “Futsal” yang menyebarkan informasi hoaks dan memprovokasi saat demonstrasi tolak omnibus law Undang-undang Cipta Kerja. Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, dalam pengungkapan ini, satu orang admin grup tersebut berinisial YA.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Polda Kalimantan Barat mengamankan satu orang admin grup WhatsApp berinisial YA.

Pelaku yang masih berstatus sebagai pelajar tersebut ditangkap tim siber Polda Kalbar pada Jumat (9/10/2020).

Alasannya, YA dituding melakukan provokasi kepada para anggota grup untuk melakukan aksi demonstrasi menolak omnibus law UU Cipta Kerja.

“Tim siber Polda Kalbar berhasil menemukan dan mengamankan satu orang pelaku berinisial YA yang membuat grup WhatsApp untuk melakukan koordinasi dan ajakan mengikuti aksi demonstrasi di Kota Pontianak,” kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go melalui keterangan tertulisnya, Selasa (13/10/2020).

Baca juga: Polisi Temukan Grup WhatsApp “Futsal” Berisi Provokasi Demo Tolak Omnibus Law

Menurutnya, penangkapan itu dilakukan sebagai bentuk tindakan preventif polisi untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Pasalnya, dalam postingan yang dilakukan pelaku dalam grup "Futsal" tersebut sempat melakukan provokasi dan menyebar berita bohong kepada 11 anggotanya.

Adapun bukti yang diamankan polisi adalah tangkapan layar ponsel dari grup.

Untuk mengusut kasus tersebut, pihaknya mengaku akan melibatkan ahli bahasa dalam penanganannya.

“Pelaku YA mengajak mempersiapkan diri untuk mengikuti aksi demo dengan membawa peralatan seperti batu dan cat pilox (cat semprot),” ujar Donny.

Baca juga: Saat Buruh Tak Lagi Percaya dengan Mahkamah Konstitusi, Ini Alasannya

Dari pemeriksaan sementara yang dilakukan, pelaku sebelumnya juga diketahui mengikuti kegiatan konsolidasi untuk melakukan aksi demonstrasi di salah satu kampus di Kota Pontianak.

Sementara itu, Kapolda Kalbar Irjen Pol R. Sigid Tri Hardjanto mengatakan, aksi unjuk rasa kembali dilakukan buruh pada hari ini di depan gedung DPRD Kalbar.

Namun demikian, aksi tersebut berjalan lancar dan tidak diwarnai aksi anarkis.

“Hari ini kita kembali melakukan pengamanan aksi unjuk rasa, kita bersyukur dan apresiasi setinggi tingginya kepada serikat buruh karena kegiatan penyampaian aspirasi berjalan damai dan santun,” ungkapnya.

Penulis : Kontributor Pontianak, Hendra Cipta | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Dilantik, Bupati HST Tegaskan Akan Jaga Pegunungan Meratus dari Tambang

Usai Dilantik, Bupati HST Tegaskan Akan Jaga Pegunungan Meratus dari Tambang

Regional
Bupati OKU Positif Covid-19, Terdakwa Korupsi Hadiri Pelantikan Seorang Diri

Bupati OKU Positif Covid-19, Terdakwa Korupsi Hadiri Pelantikan Seorang Diri

Regional
Pengakuan Bupati Trenggalek di SMAN 6 Surabaya: Saya Hampir Dikeluarkan karena Sering Bolos

Pengakuan Bupati Trenggalek di SMAN 6 Surabaya: Saya Hampir Dikeluarkan karena Sering Bolos

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 Februari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 Februari 2021

Regional
Warga 3 Hari Tak Bisa Urus Administrasi, Ternyata Para Pejabat Pergi ke Pernikahan Anak Bupati

Warga 3 Hari Tak Bisa Urus Administrasi, Ternyata Para Pejabat Pergi ke Pernikahan Anak Bupati

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Februari 2021

Regional
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Akan Berkantor di Desa 2 Kali Sepekan, Ini Alasannya...

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Akan Berkantor di Desa 2 Kali Sepekan, Ini Alasannya...

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Februari 2021

Regional
Syarat Swab PCR di Bandara Supadio Pontianak Kembali Diperpanjang sampai Idul Fitri

Syarat Swab PCR di Bandara Supadio Pontianak Kembali Diperpanjang sampai Idul Fitri

Regional
Pidato Gibran Setelah Dilantik: Kebut Vaksinasi, Kebut Pemulihan Ekonomi

Pidato Gibran Setelah Dilantik: Kebut Vaksinasi, Kebut Pemulihan Ekonomi

Regional
Sanksi Kasus Pertengkaran 2 Dosen UMI Makassar Tergantung Dewan Etik Kampus

Sanksi Kasus Pertengkaran 2 Dosen UMI Makassar Tergantung Dewan Etik Kampus

Regional
Pemilik Pabrik Tembakau Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap: Tidak Ada Rasa Benci...

Pemilik Pabrik Tembakau Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap: Tidak Ada Rasa Benci...

Regional
[BERITA FOTO] Cerita di Balik Foto Resmi Bupati Banyuwangi, Dipotret Bang Dzoel Fotografer Difabel

[BERITA FOTO] Cerita di Balik Foto Resmi Bupati Banyuwangi, Dipotret Bang Dzoel Fotografer Difabel

Regional
Kakek Tunarungu Kumpulkan Rp 174 Juta dalam 9 Karung Sejak 1990, Ada 1 Karung Uang yang Sudah Tak Berlaku

Kakek Tunarungu Kumpulkan Rp 174 Juta dalam 9 Karung Sejak 1990, Ada 1 Karung Uang yang Sudah Tak Berlaku

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X