Punya Utang Rp 50 Juta untuk Bangun Rumah, Motif Satpam Ini Merampok

Kompas.com - 13/10/2020, 21:33 WIB
EP alias Beyes, seorang sekuriti sebuah pabrik di kawasan Ngoro Industri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Dia diringkus polisi karena aksi perampokan yang dilakukan olehnya. KOMPAS.COM/POLRES MOJOKERTOEP alias Beyes, seorang sekuriti sebuah pabrik di kawasan Ngoro Industri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Dia diringkus polisi karena aksi perampokan yang dilakukan olehnya.

MOJOKERTO, KOMPAS.com - EP alias Beyes (39), seorang sekuriti sebuah pabrik di kawasan Ngoro Industri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, diringkus karena merampok.

Polisi meringkus EP di rumahnya, pada Kamis (8/10/2020). Penangkapan itu berselang sehari setelah peristiwa perampokan yang terjadi di dekat pabrik tempat EP bekerja.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengungkapkan, penangkapan terhadap pelaku setelah pihaknya menggelar penyelidikan atas perampokan pada Rabu (7/10/2020) dini hari.

Perampokan itu dialami J, perempuan berusia 56 tahun asal Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Saat kejadian, korban sedang berada di rumah sendirian.

Baca juga: 2 Kali Rampok Rumah di Dekat Tempat Kerjanya, Satpam Pabrik Ditangkap Polisi

Menurut Dony, pelaku sempat menganiaya korban dengan tangan kosong sebelum menguras harta dan perhiasan milik korban.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengembangan kasus, terungkap jika EP juga melakukan perampokan pada Minggu 8 Maret 2020 dini hari.

Pelaku merampok di rumah M, perempuan berusia 60 tahun yang bertugas sebagai guru di SDN Watesnegoro, Kecamatan Ngoro.

Modus yang dilakukan pelaku pun sama. Pelaku lebih dulu mengamati kondisi rumah korban sebelum beraksi.

Pelaku masuk dengan cara mencongkel pintu, menganiaya korban, kemudian menguras barang berharga korban.

Bahkan, ungkap Dony, korban perampokan pada Maret lalu, harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita sejumlah luka.

Dony mengatakan, alasan pelaku merampok karena sedang terlilit utang. Utang sekitar Rp 50 juta itu digunakan untuk membangun rumah.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Salatiga Perintahkan Pendampingan Disabilitas Dilakukan Menyeluruh

Wali Kota Salatiga Perintahkan Pendampingan Disabilitas Dilakukan Menyeluruh

Regional
Debat Pilkada Putaran Kedua, Gibran Ingin Solo Utara Jadi Pusat Perdagangan, Bajo Bangun Jalan Layang

Debat Pilkada Putaran Kedua, Gibran Ingin Solo Utara Jadi Pusat Perdagangan, Bajo Bangun Jalan Layang

Regional
Tenda Terendam Air Hujan, Ribuan Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok Direlokasi

Tenda Terendam Air Hujan, Ribuan Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok Direlokasi

Regional
Diterjang Puting Beliung, 23 Rumah Warga di Kalsel Porak-poranda

Diterjang Puting Beliung, 23 Rumah Warga di Kalsel Porak-poranda

Regional
BNPB: Jalur Evakuasi di Gunung Semeru Harus Segera Dibangun

BNPB: Jalur Evakuasi di Gunung Semeru Harus Segera Dibangun

Regional
Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani 'Swab Test'

Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani "Swab Test"

Regional
Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Regional
Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Regional
8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

Regional
Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Regional
Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Regional
7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

Regional
Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Regional
22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

Regional
Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X