Demo Tolak Omnibus Law di Magelang, Mahasiswa Samakan DPR dengan Impostor

Kompas.com - 13/10/2020, 18:11 WIB
Seorang mahasiswi peserta aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja di Depan DPRD Kota Magelang, Selasa (13/10/2020). KOMPAS.COM/IKA FITRIANASeorang mahasiswi peserta aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja di Depan DPRD Kota Magelang, Selasa (13/10/2020).

MAGELANG, KOMPAS.com - Gabungan mahasiswa Universitas Tidar Magelang (Untidar) dan Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Kedu- #MagelangBergerak2 menggelar unjuk rasa menolak Undang-undang (UU) Cipta Kerja, Selasa (13/10/2020).

Aksi yang digelar di depan kantor DPRD Kota Magelang, Jalan Sarwo Edhie Wibowo, itu berlangsung kondusif dari awal hingga Selasa sore.

Diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, lagu pergerakan mahasiswa, dan diselingi aksi teatrikal.

Baca juga: Sahkan UU Cipta Kerja, DPR Dianggap Impostor, Apa Artinya?

Aksi teatrikal menggambarkan kesengsaraan rakyat akibat kebijakan-kebijakan penguasa yang tidak pro-rakyat.

Sekelompok mahasiswa itu mengenakan kostum compang-camping, rambut kusut, ada yang mengecat tubuh dengan warna putih. Ini menggambarkan sosok rakyat jelata.

Namun ada juga yang mengenakan pakaian safari atau jas rapi, membawa tongkat, yang mengambarkan sosok pejabat. Mereka seakan-akan memukuli rakyat jelata tanpa ampun.

Aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja di depan kantor DPRD Kota Magelang, Selasa (13/10/2020).KOMPAS.COM/IKA FITRIANA Aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja di depan kantor DPRD Kota Magelang, Selasa (13/10/2020).

Ada pula yang tidak kalah menarik perhatian, yakni beberapa mahasiswi yang membentangkan poster berisi berbagai tuntutan serta sindiran kepada anggota DPR.

Misalnya, tulisan yang berbunyi "Yang Jelek Kinerja DPR, Yang Direvisi Skripsiku", "Yok Menyerah, Ngapain Semangat", dan "Kami Selaku Crewmate Menyatakan DPR Impostor" dan lain sebagainya.

Baca juga: Demo Tolak UU Cipta Kerja di Magelang, Polisi Amankan 5 Pelajar SMK

Di beberapa daerah, peserta aksi serupa juga kerap menyematkan " impostor" untuk anggota legislatif.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Regional
Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Regional
Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Regional
Kronologi 2 'Speedboat' Tabrakan di Sungai Lalan, Keluar Jalur dan Satu Penumpang Tewas

Kronologi 2 "Speedboat" Tabrakan di Sungai Lalan, Keluar Jalur dan Satu Penumpang Tewas

Regional
Mayat Perempuan di Fondasi Rumah, Diduga Diracun Potasium dan Tinggal Kerangka

Mayat Perempuan di Fondasi Rumah, Diduga Diracun Potasium dan Tinggal Kerangka

Regional
Pecat Pegawai yang Tertangkap Bawa Ganja Saat Patroli, Jasa Marga: Tak Ada Toleransi!

Pecat Pegawai yang Tertangkap Bawa Ganja Saat Patroli, Jasa Marga: Tak Ada Toleransi!

Regional
Debit Sungai Serayu Tinggi, Kapal Ponton Seberat 20 Ton Hanyut, Sempat Tersangkut di Bendungan

Debit Sungai Serayu Tinggi, Kapal Ponton Seberat 20 Ton Hanyut, Sempat Tersangkut di Bendungan

Regional
7 Tahun Jadi Misteri, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Sleman Akhirnya Terungkap

7 Tahun Jadi Misteri, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Sleman Akhirnya Terungkap

Regional
Banjir Sungai Serayu, Ribuan Rumah Terendam, Warga Diungsikan

Banjir Sungai Serayu, Ribuan Rumah Terendam, Warga Diungsikan

Regional
Jelang Debat Gibran dan Bajo Putaran Kedua Nanti Malam, Ini 4 Hal Penting yang Perlu Diketahui

Jelang Debat Gibran dan Bajo Putaran Kedua Nanti Malam, Ini 4 Hal Penting yang Perlu Diketahui

Regional
Polisi Panggil Panitia Turnamen Sepak Bola yang Timbulkan Kerumunan

Polisi Panggil Panitia Turnamen Sepak Bola yang Timbulkan Kerumunan

Regional
238 Mahasiswa Positif Covid-19, Politeknik Transportasi Darat Jadi Klaster Penularan Baru

238 Mahasiswa Positif Covid-19, Politeknik Transportasi Darat Jadi Klaster Penularan Baru

Regional
Pelaku Penipuan Pembangunan Rumah Duafa di Aceh Ditangkap

Pelaku Penipuan Pembangunan Rumah Duafa di Aceh Ditangkap

Regional
Minibus Angkut 16 Orang Tabrak Truk di Tol Madiun, 3 Penumpang Tewas Terbakar, Ini Kronologinya

Minibus Angkut 16 Orang Tabrak Truk di Tol Madiun, 3 Penumpang Tewas Terbakar, Ini Kronologinya

Regional
Kasus Korupsi Mobil Dinas di Lampung Timur Dilimpahkan ke Pengadilan

Kasus Korupsi Mobil Dinas di Lampung Timur Dilimpahkan ke Pengadilan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X