Aniaya Petugas Saat Kericuhan Demo di Jabar, 14 Orang Jadi Tersangka

Kompas.com - 13/10/2020, 14:06 WIB
Tampak massa aksi melakukan pelemparan batu terhadap para petugas saat pengawalan demo tolak omnisbus law UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Jabar, Kamis (8/10/2020), hal tersebut mengakibatkan kericuhan dan kerusakan sejumlah fasilitas umum di sekitar lokasi demo. KOMPAS.COM/AGIE PERMADITampak massa aksi melakukan pelemparan batu terhadap para petugas saat pengawalan demo tolak omnisbus law UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Jabar, Kamis (8/10/2020), hal tersebut mengakibatkan kericuhan dan kerusakan sejumlah fasilitas umum di sekitar lokasi demo.

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi menetapkan 14 orang tersangka dalam kasus penganiayaan petugas saat demo tolak Omnibus Law Cipta Kerja yang serentak dilakukan di Jabar pada 8 Oktober 2020.

Dari belasan tersangka ini, 4 orang ditahan.

"Tiga tersangka ditahan di Polda Jabar, dan satu tersangka sudah ditahan di Polres Kerawang," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Selasa (13/10/2020).

Menurut Erdi, para tersangka ini telah menganiaya petugas yang sedang melakukan tugas pengamananan.

Baca juga: Ini Motif 7 Pelaku Sekap dan Aniaya Polisi Pascademo di Bandung

Salah satunya adalah penganiayaan petugas yang terjadi di Bandung. Mereka disebut menyekap polisi berinisial Brigadir A di sebuah rumah yang diduga posko di Jalan Sultan Agung.

"Anggota kita dianiaya kepalanya dengan menggunakan sekop kemudian menggunakan batu," kata Erdi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam kasus ini ada tujuh orang di jadikan tersangka. Tiga orang ditahan di Mapolda Jabar, sedangkan empat lainnya masih diperiksa terkait peran mereka.

"Pelaku yang kita tahan ini satu orang buruh kemudian dua orang swasta ya. Mereka berinisial DR, DH, dan CH," ungkap Erdi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Chuzaini Patoppoi menambahkan, penganiayaan terhadap anggota terjadi di Kota Bandung dan Karawang.

"Jadi anggota yang dilakukan penganiayaan ada di Karawang, Polrestabes, dan Sultan Agung Bandung," ucapnya.

Baca juga: Sejumlah Fasilitas Umum dan 2 Mobil Dirusak Saat Demo di Bandung

Adapun motif penganiayaan itu dilatarbelakangi kekesalan pendemo kepada petugas.

"Mungkin karena kesal dan segala macam. Tapi faktanya ketika anggota mau keluar, itu pintunya ditutup dilakukan penganiayaan," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.