Bentrok Demo UU Cipta Kerja di Universitas Pattimura Ambon, 3 Mahasiswa Ditangkap

Kompas.com - 12/10/2020, 20:43 WIB
Kapolda Maluku, Irjen Pol Baharudin Djafar didampingi Dandim 1504 Pulau Ambon, Letkol Christian Soumokil saat memberikan keterangan kepada waratwan, Senin malam (12/10/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYKapolda Maluku, Irjen Pol Baharudin Djafar didampingi Dandim 1504 Pulau Ambon, Letkol Christian Soumokil saat memberikan keterangan kepada waratwan, Senin malam (12/10/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Bentrokan antara mahasiswa dan polisi saat berlangsungnya aksi unjuk rasa menolak Undang-Undnag Omnibus Law Cipta Kerja masih terus berlangsung di depan Universitas Pattimura Ambon hingga Senin (12/10/2020) malam.

Perang batu dan tembakan gas air mata antara demonstran dan polisi terjadi setelah massa mahasiswa mencoba memblokade Jembatan Merah Putih Ambon yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi unjuk rasa.

Dalam bentrokan tersebut, sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka karena terkena lemparan batu dan sebagian lagi mengalami sesak nafas karena menghirup gas air mata.

Kapolda Maluku, Irjen Pol Baharudin Djafar mengatakan, polisi telah menangkap tiga orang mahasiswa yang terlibat dalam bentrokan tersebut.

Baca juga: Ganjar Dangdutan Bareng Buruh Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja

“Kami ada melakukan penangkapan terhadap tiga orang dan sekarang diabwa ke Polres, saya belum lihat nanti setelah ini cek ke sana lagi,” kata Kapolda, kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin malam.

Dalam bentrokan tersebut, polisi ikut mengerahkan sejumlah kendaraan taktis untuk memukul massa mahasiswa. Sejumlah polisi juga ikut terkena lemparan batu dalam bentrokan tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain ratusan aparat kepolisian, sebanyak satu kompi anggota TNI dari Kodam XVI Pattimura juga dikerahkan untuk menghalau aksi unjuk rasa yang berakhir bentrokan tersebut.

Ada penyusup

Djafar mengatakan, aksi unjuk rasa yang berujung bentrok itu terjadi karena ada penyusup yang masuk ke barisan mahasiswa.

Para penyusup itu lalu melempari petugas dengan batu sehingga menyebabkan terjadinya bentrokan.

“Iya, jadi sebenarnya kami sudah sedemikian rupa memperlakukan adik-adik, anak-anak kami (mahasiswa) dengan baik bahkan terakhir Pak Dandim sudah bisa berdialog dengan mereka tapi cuma ada di antara mereka (penyusup) yang masuk di kelompok mereka itu,” ujar dia.

“Mungkin bukan status sebagai mahasiswa itu mempengaruhi dia melakukan pelemparan kepada petugas dan itu yang membuat terjadi seperti sekarang,” tambah Kapolda.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X