Kompas.com - 12/10/2020, 18:35 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, langsung mendatangi lokasi bencana longsor yang menyebabkan seorang pensiunan guru tewas tertimbun bersama rumahnya di wilayah terpencil Kampung Anteghilir, Desa Malatisuka, Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (12/10/2020) sore.

Wagub Uu meninggalkan rombongan konvoi pengawalnya memakai mobil off road dan memilih berjalan kaki bersama empat orang wartawan menuruni bukit terjal ke lokasi kejadian.

"Saya sangat mengetahui medan kampung terpencil di Kabupaten Tasikmalaya ini karena sudah biasa berkeliling menuruni bukit terjal seperti ini. Kami tadi berikan santunan bagi keluarga korban meninggal sekaligus pensiunan abdi Negara seorang guru di wilayah terpencil. Memang daerah ini lembah yang dikelilingi puncak gunung," jelas Uu kepada wartawan seusai di rumah korban tewas, Senin sore.

Baca juga: Suami Tewas Tertimbun Longsor Bersama Rumahnya, Istri Pensiunan Guru Ini Terus Menerus Pingsan

Setelah mendapatkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat banyak terjadi bencana alam akibat cuaca buruk di beberapa daerah Jabar, lanjut Uu, pihaknya langsung menyurvei lokasi pertama di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Uu yang mengaku hafal wilayah terpencil Kabupaten Tasikmalaya, langsung menjalankan perintah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyisir beberapa lokasi bencana.

Mulai dari longsor yang menutup akses antarkecamatan, banjir di Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Karangnunggal dan Cipatujah, serta longsor yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Baca juga: Longsor dan Banjir Terjang 11 Kecamatan di Tasikmalaya, 1 Orang Tewas

"Setelah mendatangi semua lokasi bencana di Kabupaten Tasikmalaya, saya simpulkan bencana ini akibat adanya perubahan prilaku masyarakat yang tak menjaga kelestarian alam. Terdapat bukit-bukit gundul yang selama ini pohon-pohon besarnya ditebang dan tak dilakukan penghijauan kembali," tambah Uu.

Uu berharap dengan kejadian longsor menyebabkan korban meninggal ini tak sampai terulang lagi dengan ditingkatkannya kesadaran masyarakat tentang kelestarian alam.

Kepada masyarakat di wilayah Selatan Tasikmalaya yang pemukimannya dekat dengan tebing bukit supayabtak membangun rumah di daerah rawan longsor.

"Masyarakat juga diminta supaya tak mendirikan rumah di daerah dekat tebing bukit atau berada di bukit yang rawan longsor. Soalnya, jika kontur tanah atau sebuah bukit sudah hilang pohon-pohonnya akan mudah sekali terjadi longsor," ujar dia.

 

Banjir di Garut

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, berjalan kaki menuruni bukit ke lokasi kejadian longsor kamoung terpencil yang menyebabkan pensiunan guru meninggal tertimbun di Kampung Anteghilir, Desa Malatisuka, Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (12/10/2020).KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, berjalan kaki menuruni bukit ke lokasi kejadian longsor kamoung terpencil yang menyebabkan pensiunan guru meninggal tertimbun di Kampung Anteghilir, Desa Malatisuka, Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (12/10/2020).
Setelah di Kabupaten Tasikmalaya, Uu pun mengaku akan meninjau lokasi banjir di Selatan Garut.

Bersama rombongannya, Uu pun langsung menuju wilayah Garut lewat pesisir Pasir Selatan Tasikmalaya via Cipatujah menuju Pameumpeuk, Kabupaten Garut.

"Saya tak keringatan, kalian malah keringatan gitu. Biasakan lah hidup di kampung terpencil seperti ini, kalau hidup di kota, gak usah belajar, semua pasti bisa," kata Uu kepada wartawan yang ikut berjalan kaki menyusuri kampung di lokasi lembah yang dikeliling bukit tersebut.

Sebelumnya, Abdul Rohman (83), seorang pensiunan guru yang tewas tertimbun longsor bersama rumahnya rata dengan tanah sempat melarikan diri tapi salah arah di Kampung Anteghilir, Desa Malatisuka, Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (12/10/2020) pagi.

Pria sekaligus salah satu tokoh masyarakat di kampungnya tersebut malah lari menghampiri longsoran tanah karena pendengarannya terganggu.

Terjang 11 kecamatan

Bencana longsor dan banjir menerjang 11 kecamatan dalam sehari di Kabupaten Tasikmalaya, akibat cuaca buruk hujan deras mengguyur tak henti-hentinya sejak Minggu (11/10/2020) sampai Senin (12/10/2020) dini hari.

"Akibat cuaca buruk terjadi 11 titik di 11 kecamatan bencana longsor dan banjir. Diketahui data awal 1 orang laki-laki berusia 80 tahun tewas tertimbun longsor saat rumahnya ambruk di Gunung Tanjung," jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedin, kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin pagi.

Nuraedin menambahkan, longsor besar pun menutup akses jalan utama kabupaten Salopa-Cikatomas dan Salopa-Gunungtanjung-Cikalong yang menyebabkan jalur itu tak bisa dilewati.

Sedangkan banjir terjadi di beberapa titik dan paling parah terjadi di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Tasikmalaya, yang membuat beberapa mobil dan motor terbawa arus banjir bandang. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Arief Berikan Respons Positif akan Rencana IPB Dirikan Sekolah Peternakan Rakyat di Blora

Bupati Arief Berikan Respons Positif akan Rencana IPB Dirikan Sekolah Peternakan Rakyat di Blora

Regional
USAID dan CCBO Kagum dengan Aksi Warga Kelola Sampah di Makassar

USAID dan CCBO Kagum dengan Aksi Warga Kelola Sampah di Makassar

Regional
Peringati HUT Ke-127 Kota Negara, Bupati Jembrana Ikuti Pawai Budaya Jagat Kerthi

Peringati HUT Ke-127 Kota Negara, Bupati Jembrana Ikuti Pawai Budaya Jagat Kerthi

Regional
Sigap Atasi Inflasi di Riau, Gubernur Syamsuar Gencarkan Operasi Pasar

Sigap Atasi Inflasi di Riau, Gubernur Syamsuar Gencarkan Operasi Pasar

Regional
Peringati HUT Ke-77 RI, Bupati Blora Berkunjung ke Rumah Veteran dan Purnawirawan

Peringati HUT Ke-77 RI, Bupati Blora Berkunjung ke Rumah Veteran dan Purnawirawan

Regional
Bekerja Sama dengan TP PKK, Pemkab Jembrana Salurkan 15,1 Ton Beras Bansos

Bekerja Sama dengan TP PKK, Pemkab Jembrana Salurkan 15,1 Ton Beras Bansos

Regional
Kasus Covid-19 Naik, Bupati Wonogiri Minta Warga Taati Prokes

Kasus Covid-19 Naik, Bupati Wonogiri Minta Warga Taati Prokes

Regional
Momen HUT Ke-77 RI, Bupati Jekek Ajak Warga Bangun Kembali Harapan yang Hilang

Momen HUT Ke-77 RI, Bupati Jekek Ajak Warga Bangun Kembali Harapan yang Hilang

Regional
HUT Ke-77 RI, Walkot Madiun Minta Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Hal-hal Positif

HUT Ke-77 RI, Walkot Madiun Minta Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Hal-hal Positif

Regional
Pemkot Makassar Ajak Penyandang Disabilitas Rayakan HUT Ke-77 RI

Pemkot Makassar Ajak Penyandang Disabilitas Rayakan HUT Ke-77 RI

Regional
Momen HUT Ke-77 RI, Ganjar Ajak Mantan Napiter Berikan Pemahaman Bahaya Intoleransi dan Radikalisme

Momen HUT Ke-77 RI, Ganjar Ajak Mantan Napiter Berikan Pemahaman Bahaya Intoleransi dan Radikalisme

Regional
HUT Ke-77 RI, Pemkab Trenggalek Beri Ruang Berekspresi bagi Penari Anak-anak

HUT Ke-77 RI, Pemkab Trenggalek Beri Ruang Berekspresi bagi Penari Anak-anak

Regional
Peringati HUT Ke-77 RI, Desa Wisata Tebing Lingga Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

Peringati HUT Ke-77 RI, Desa Wisata Tebing Lingga Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

Regional
Peringati HUT Ke-72 Jateng, Bupati Blora Kenakan Pakaian Adat Sikep Samin

Peringati HUT Ke-72 Jateng, Bupati Blora Kenakan Pakaian Adat Sikep Samin

Regional
Bupati Jekek Minta Gerakan Pramuka Peka Terhadap Persoalan Bangsa dan Penderitaan Sesama

Bupati Jekek Minta Gerakan Pramuka Peka Terhadap Persoalan Bangsa dan Penderitaan Sesama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.