Kompas.com - 12/10/2020, 17:56 WIB
Demo tolak Omnibus Law Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kota Malang ricuh, Kamis (8/10/2020). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKDemo tolak Omnibus Law Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kota Malang ricuh, Kamis (8/10/2020).

KOMPAS.com - AN (21), seorang peserta demonstrasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja, ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Malang Kota.

Pria yang berprofesi sebagai kuli bangunan itu diduga merusak bus milik Polres Batu saat kericuhan di depan DPRD Kota Malang pada Kamis (8/10/2020).

"Merusak busnya Polres Batu," kata Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Kota Malang, Senin (12/10/2020).

Polisi mengamankan 129 demonstran dalam kericuhan demonstrasi UU Cipta Kerja di depan DPRD Kota Malang itu.

Sebanyak 128 demonstran telah dipulangkan. AN merupakan satu-satunya demonstran yang masih ditahan dan berstatus tersangka.

Baca juga: Jenazah Ditemukan Membusuk, Polisi Bantah Kakek Markaban Meninggal karena Kelaparan

AN disangka dengan Pasal 170 KUHP tentang perusakan terhadap orang dan barang.

"Pasal 170 KUHP, kekerasan terhadap orang dan barang," jelasnya.

Meski begitu, polisi masih mendalami kasus perusakan dalam demonstrasi UU Cipta Kerja itu.

Leonardus tak menampik bakal ada tersangka lain dalam kasus tersebut.

"Kita masih dalami peran-perannya. Masih mungkin ada penambahan lagi nanti," katanya.

Demonstrasi tertib

Leonardus menegaskan, masyarakat tak dilarang berdemonstrasi. Namun, ia meminta peserta aksi tak merusuh.

"Saya sekaligus memberikan peringatan untuk tidak coba-coba membuat kekacauan, membuat perusakan, melakukan penganiayaan, pembakaran dan lain lain," katanya.

Leonardus menjamin, demonstrasi yang dilakukan dengan tertib akan difasilitasi dengan baik.

Baca juga: Tertangkap Saat Kericuhan Demo Tolak UU Cipta Kerja, Kuli Bangunan Jadi Tersangka

"Kalau tertib kita layani semuanya dengan baik, kita fasilitasi. Tapi kalau saya temukan lagi ada perusakan, kami lakukan penegakan hukum dan langsung kami tahan, tidak akan ada penangguhan," jelasnya.

Sebelumnya, demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kota Malang pada Kamis (8/10/2020) berujung kericuhan.

Massa melempar Balai Kota Maluku dan DPRD Kota Maluku dengan batu. Massa juga merusak bus Polres Batu dan truk Polres Blitar.

Selain itu, massa membakar mobil patroli Satpol PP Kota Malang dalam kondisi terbalik. Massa juga membakar empat motor dinas Polresta Malang Kota.

(KOMPAS.com - Kontributor Malang, Andi Hartik)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X