Kompas.com - 12/10/2020, 16:11 WIB
Tiga orang tersangka berinisial DR, CH dan DH ditahan lantaran telah melakukan penyekapan dan penganiayaan seorang anggota Polisi pasca ricuh Demo Omnibus Law Cipta Kerja di Bandung, sementara empat tersangka lainnya tak ditahan lantaran masih dibawah umur. KOMPAS.COM/AGIE PERMADITiga orang tersangka berinisial DR, CH dan DH ditahan lantaran telah melakukan penyekapan dan penganiayaan seorang anggota Polisi pasca ricuh Demo Omnibus Law Cipta Kerja di Bandung, sementara empat tersangka lainnya tak ditahan lantaran masih dibawah umur.

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang anggota polisi berinisial Brigadir A yang dilakukan di salah satu bangunan yang terletak di Jalan Sultan Agung, Kota Bandung, pasca-pecahnya kerusuhan seusai demo di Gedung DPRD dan Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (8/10/2020).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Chuzaini Patoppoi menjelaskan, dari tujuh orang itu, empat orang tak dilakukan penahanan lantaran pendalaman terhadap perannya, sedangkan tiga tersangka lainnya dilakukan penahanan.

Ketujuh tersangka melakukan pengeroyokan di Jalan Sultan Agung, di mana saat itu seorang anggota polisi berpakaian preman yang sedang melakukan pengecekan menjadi korban.

"Anggota sedang melakukan pengecekan di dalam (rumah), diduga ada pelaku yang bertindak anarkis masuk ke dalam rumah itu. Kemudian, dilakukan pengecekan ke dalam, begitu anggota mau keluar, ini ditutup pintunya, kemudian dilakukan penganiayaan oleh terduga pelaku," kata Pattopoi saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Senin (12/10/2020).

Baca juga: 7 Demonstran Jadi Tersangka Penyekapan dan Penganiayaan Polisi

Kesal dengan petugas

Sementara ini hanya ada tiga orang dilakukan penahanan. Meski begitu, polisi terus melakukan pendalaman dan pengembangan kasus.

"Masih kita upayakan untuk pengungkapan, itu merupakan posko relawan di mana pada saat itu di posko disiapkan untuk mendukung logistik dan kesehatan terhadap pelaku ujuk rasa," ucap Pattopoi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Disinggung mengenai motif penganiayaan, Pattopoi menduga para pelaku kesal terhadap petugas kepolisian.

"Mungkin karena kesal dan segala macam, tapi faktanya ketika anggota mau keluar, itu pintunya ditutup, lalu dilakukan penganiayaan," ujarnya.

Baca juga: Dipaksa Mengaku sebagai Provokator, Mahasiswa UGM Babak Belur Dianiaya Aparat, Ini Faktanya



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Regional
Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X