Hilang di Jakarta di Usia 5 Tahun, Ini Reaksi Remaja Sragen Saat Lihat Foto Ayah Ibu

Kompas.com - 12/10/2020, 15:29 WIB
Ervan Wahyu Anjasworo (17) bersama ayahnya Suparno di rumahnya Dukuh Panurejo RT 018, RW 006, Kecamatan Kedungupit, Sragen, Jawa Tengah, Jumat (9/10/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIErvan Wahyu Anjasworo (17) bersama ayahnya Suparno di rumahnya Dukuh Panurejo RT 018, RW 006, Kecamatan Kedungupit, Sragen, Jawa Tengah, Jumat (9/10/2020).

KOMPAS.com - Meskipun 11 tahun hilang di Jakarta, Ervan Wahyu Anjasworo (17) terharu saat petugas dinas sosial menunjukkan sejumlah foto-foto keluarganya.

Dirinya mengaku masih ingat wajah sang ayah, ibu hingga saudara-saudaranya yang yang terakhir kali bersua 11 tahun lalu.

"Saya hapal muka ayah saya gimana, muka ibu saya gimana dan muka saudara saya gimana," ujar dia.

Baca juga: Kisah Bocah Pemberani di Aceh Timur, Tewas Saat Bela Ibu Lawan Pemerkosa...

Seperti diberitakan sebelumnya, pemuda warga Dukuh Panurejo RT 018, RW 006, Kecamatan Kedungupit, Sragen, Jawa Tengah, dikabarkan hilang di Jakarta saat berusia 5 tahun.

Saat itu, anak kedua pasangan Suparno dan Sutanti itu hendak mengembalikan game watch ke tempat persewaan, Ervan lalu dihampiri seorang pengamen.

Pengamen itu mengaku ingin mengajaknya pulang, namun ternyata justru diajak pergi mengamen di jalanan.

Baca juga: Kisah Fakhri Wujudkan Mimpi Jadi Pengusaha di Tengah Pandemi Covid-19

Di usia itu, Ervan pun tak tahu harus berbuat apa. Dirinya mengaku dua tahun mengamen di jalanan bersama pengamen itu.

"Saya di jalanan (mengamen) sekitar dua tahun," terang dia.

Ditinggal saat razia Satpol PP

Ervan mengaku sempat diajak pergi ke Solo oleh pengamen tersebut. Selama sebulan di Solo, Ervan dan pengamen itu pergi lagi ke Jakarta.

Namun, saat sampai di Bogor, keduanya mendengar suara sirine mobil Satpol PP.

Pengamen tersebut kabur, sedangkan Ervan hanya berdiam diri di masjid. Saat itulah ketua RT setempat menemui Ervan dan menanyakan asal usulnya.

Baca juga: Cerita Ervan, Hilang 11 Tahun di Jakarta, Berawal dari Pamit Kembalikan Game Watch, Sudah Bertemu Keluarga

Ervan saat itu mengaku tak tahu tempat tinggalnya. Ketua RT itu pun lalu mengangkat Ervan sebagai anak asuhnya.

Empat bulan sesudahnya, bapak asuhnya itu meninggal dunia.

"Sekitar empat bulan Pak RT itu meninggal. Ada cucunya ingin mengasuh saya dan mengangkat saya anak asuh," tutur dia.

Dibawa ke dinas sosial

Selama lebih kurang 7 bulan menjadi anak asuh cucu pak RT, Ervan lalu diserahkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Dinas Sosial Kota Bogor.

Di sana, Ervan diangkat anak asuh salah satu pegawai. Setelah itu, Ervan disekolahkan ke pondok pesantren.

"Ada pegawai P2TP2A ingin mengangkat saya jadi anaknya. Saya disekolahkan dipesantrenkan sekitar delapan tahun," ujar dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Relawan PMI Gunungkidul Hampir Setiap Hari Makamkan Korban Covid-19

Relawan PMI Gunungkidul Hampir Setiap Hari Makamkan Korban Covid-19

Regional
Misteri Mayat Anak Perempuan di Subang, Ada Lelaki yang Letakkan Karung Sehari Sebelum Penemuan

Misteri Mayat Anak Perempuan di Subang, Ada Lelaki yang Letakkan Karung Sehari Sebelum Penemuan

Regional
Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terima Santunan Rp 50 Juta

Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terima Santunan Rp 50 Juta

Regional
Pengakuan Pelaku Usai Bunuh Wanita Teman Kencan di Hotel: Saya Takut Dipenjara

Pengakuan Pelaku Usai Bunuh Wanita Teman Kencan di Hotel: Saya Takut Dipenjara

Regional
Bupati Pati Buka Masker Saat Sesi Foto Kondangan, Ganjar: Mau Foto, Mau Enggak, Tidak Boleh

Bupati Pati Buka Masker Saat Sesi Foto Kondangan, Ganjar: Mau Foto, Mau Enggak, Tidak Boleh

Regional
Kristen Gray Bakal Diperiksa soal Twit Ajak Warga Asing ke Bali Saat Pandemi Covid-19

Kristen Gray Bakal Diperiksa soal Twit Ajak Warga Asing ke Bali Saat Pandemi Covid-19

Regional
Kristen Gray Gunakan Visa Kunjungan untuk Masuk Bali Awal 2020, Alamatnya Kini Terdeteksi

Kristen Gray Gunakan Visa Kunjungan untuk Masuk Bali Awal 2020, Alamatnya Kini Terdeteksi

Regional
Kebun dan Tambang Ilegal 17 Juta Hektar, Dedi Mulyadi: Negara Rugi Dua Kali

Kebun dan Tambang Ilegal 17 Juta Hektar, Dedi Mulyadi: Negara Rugi Dua Kali

Regional
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.800 Meter ke Arah Kali Krasak dan Boyong

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.800 Meter ke Arah Kali Krasak dan Boyong

Regional
Puting Beliung Terjang Rote Ndao, 17 Rumah Warga Rusak

Puting Beliung Terjang Rote Ndao, 17 Rumah Warga Rusak

Regional
Gubernur Bengkulu Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Edhy Prabowo, Ini Komentar Pengacaranya

Gubernur Bengkulu Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Edhy Prabowo, Ini Komentar Pengacaranya

Regional
48 Lansia di Banyumas Positif Covid-19 Usai Jalani Tes Cepat Antigen

48 Lansia di Banyumas Positif Covid-19 Usai Jalani Tes Cepat Antigen

Regional
Komisi IV Ungkap Kebun dan Tambang Ilegal di Indonesia 17 Juta Hektar

Komisi IV Ungkap Kebun dan Tambang Ilegal di Indonesia 17 Juta Hektar

Regional
Penyebab Kasus Covid-19 di Solo Masih Tinggi meski Sudah Terapkan PPKM

Penyebab Kasus Covid-19 di Solo Masih Tinggi meski Sudah Terapkan PPKM

Regional
Walkot Solo Sebut Kasus Covid-19 Masih Tinggi karena Imbas Libur Natal dan Tahun Baru

Walkot Solo Sebut Kasus Covid-19 Masih Tinggi karena Imbas Libur Natal dan Tahun Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X