Kompas.com - 12/10/2020, 15:00 WIB
Penampakan tumpeng raksasa pada acara sedekah bumi di Dusun Banjarkerep, Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (7/9/2019). KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍPenampakan tumpeng raksasa pada acara sedekah bumi di Dusun Banjarkerep, Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (7/9/2019).

LAMONGAN, KOMPAS.com - Dalam rangka memperingati tradisi sedekah bumi yang rutin dilaksanakan setiap tahun, warga Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Lamongan, membagikan uang dengan cara dilempar ke atas yang diperebutkan oleh warga lain.

Tradisi ini dikenal oleh masyarakat sekitar dengan sebutan 'udik-udikan'.

Sama dengan agenda tahun-tahun sebelumnya, dalam rangkaian acara sedekah bumi tahun ini juga dilakukan udik-udikan di sekitar komplek Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat, oleh beberapa orang yang memiliki rezeki lebih untuk berbagi dengan sesama.

"Kemarin itu sekitar 50-an orang dermawan yang secara sukarela melakukan udik-udikan, kebanyakan warga yang pulang dari perantauan dan punya rezeki lebih," ujar Kepala Desa Tejoasri, Yusuf Bachtiar, saat dihubungi, Senin (12/10/2020).

Para dermawan tersebut, sengaja datang atau pulang kampung untuk meramaikan hajatan di desanya.

Baca juga: Serunya Sedekah Bumi di Banjarkerep Jombang, Warga Arak 6 Tumpeng Raksasa

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka sudah menyiapkan uang secara sukarela, yang lantas dibagikan kepada warga lain melalui tradisi udik-udikan, sebagai rasa syukur atas rezeki maupun karunia yang telah didapat.

"Kemarin itu yang memperebutkan malah banyak warga dari luar Desa Tejoasri. Mereka sudah banyak yang menunggu di luar area makam (TPU) sejak siang, karena para dermawan itu melakukan udik-udikan setelah berdoa di makam," ucap dia.

Untuk nominal yang biasa dibagikan oleh para dermawan, Yusuf mengatakan berbeda-beda.

Tergantung dari keikhlasan mereka dalam membagikan uang, itu kemudian diperebutkan oleh para warga lain yang telah menunggu di luar area TPU desa setempat.

"Ada yang Rp 1 juta, ada Rp 500.000, ada yang Rp 200.000, macam-macam, kan seikhlasnya. Terserah dermawan itu mau udik-udikan berapa," kata Yusuf.

Selain tradisi udik-udikan, Yusuf juga mengatakan, jika rangkaian acara sedekah bumi kali ini juga terdapat beberapa agenda lain.

Mulai pengajian hingga makan bersama di sekitar kompleks TPU setempat, yang kesemuanya dilaksanakan pada Sabtu (10/10/2020) dan Minggu (11/10/2020).

"Jadi warga itu bawa hasil bumi yang sudah diolah sedemikian rupa, kemudian dibawa ke sekitar area kompleks pemakaman, setelah berdoa kemudian makan bersama di lokasi," tutur dia.

Salah seorang panitia, Nuril menambahkan, tradisi tersebut termasuk udik-udikan, sudah lama berlangsung dan turun-temurun.

Ini dilakukan sebagai bentuk syukur atas nikmat dan karunia yang diberikan selama ini.

"Kami sediakan tempat, jadi dermawan yang ingin memberi pada saat udik-udikan bisa melakukannya di luar area makam," ucap Nuril.

Baca juga: Serangan Hama Wereng di Jombang Diprediksi Turunkan Hasil Panen

Nuril juga membenarkan, jika kebanyakan yang memberikan uang pada acara udik-udikan kemarin adalah, para perantau yang pulang kampung dan ingin berbagi kepada sesama melalui agenda udik-udikan tersebut.

"Alhamdulillah, sejauh ini yang saya tahu tidak ada warga di sini yang pernah mengalami Covid-19, zona hijau," tutur Nuril.

Tanggapan kecamatan

Sementara Camat Laren Muhammad Na'im yang dihubungi terpisah, mengaku belum tahu secara pasti ada agenda sedekah bumi yang digelar di Desa Tejoasri pada akhir pekan kemarin.

Na'im bahkan mengaku baru mengetahui, setelah mendapat kabar dari rekannya.

"Ini tahunya juga baru dapat share-sharean. Soalnya kemarin, pihak desa juga tidak menghubungi kami jika ada acara itu," kata Na'im.

Melihat hasil share yang diterima, Na'im juga sedikit menyesal.

Lantaran agenda udik-udikan dan rangkaian sedekah bumi tersebut dilakukan dengan tidak menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini.

Baca juga: Ibu Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis, Bupati Jombang Menyesalkan

"Kami tidak melarang menggelar tradisi sedekah bumi, cuma ya hendaknya memperhatikan penerapan protokol kesehatan," tutur dia.

Na'im juga menilai, momen tersebut menjadi kurang pas dilakukan pada saat ini.

Selain masih dalam pandemi Covid-19, juga dalam masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lamongan 2020.

"Sebab, itu juga rawan disalahgunakan pada saat momen Pilkada seperti saat ini," ucap Na'im.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.