KPU Ogan Ilir Periksa Calon Petahana Terkait Rekomendasi Diskualifikasi

Kompas.com - 12/10/2020, 06:44 WIB
Calon Bupati Ogan Ilir petahana Ilyas Panji Alam menjawab pertanyaan wartawan usai diperiksa oleh KI KPU Ogan Ilir terkait pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh Ilyas Panji Alam AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGCalon Bupati Ogan Ilir petahana Ilyas Panji Alam menjawab pertanyaan wartawan usai diperiksa oleh KI KPU Ogan Ilir terkait pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh Ilyas Panji Alam

Sementara itu, Ketua KPU Ogan Ilir Massuriyati mengakui bahwa pemanggilan Ilyas untuk mengklarifikasi rekomendasi Bawaslu.

Menurut Massuriyati, pertanyaan kepada Ilyas seputar anggaran, kewenangan dan program kegiatan.

"Yang bersangkutan kita panggil karena sebagai terlapor, kita meminta keterangan terkait apa yang ada di rekomendasi, yaitu soal anggaran, kewenangan dan program kegiatan," kata Massuriyati.

Selanjutnya, sikap KPU akan disampaikan setelah dilakukan rapat komisioner.

"Sesuai aturan harus ada keputusan selama tujuh hari dan karena rekomendasi itu diserahkan tanggal 5 Oktober lalu, maka batas waktu terakhir unfuk memberi jawaban tanggal 12 yang jatuh pada esok hari," kata Massuriyati.

Massuriyati memastikan tidak ada intervensi pada komisioner KPU terkait pemeriksaan calon bupati petahana tersebut.

"Tidak ada intervensi atau tekanan dari pihak manapun. KPU adalah lembaga independen bebas dari intervensi pihak manapun," kata Massuriyati.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Regional
Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Regional
Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Regional
Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Regional
Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Regional
Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Regional
Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Regional
Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Regional
Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Regional
Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Regional
Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Regional
Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X