Klarifikasi KPU Sulut soal Uang Transport Rp 250.000 untuk Peserta Kampanye

Kompas.com - 11/10/2020, 20:40 WIB
Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara KPU Sulut Yessy Momongan saat diwawancara di aula kantor KPU Sulut, Kamis (8/10/2020) pukul 18.27 Wita KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEYKomisioner Divisi Teknis Penyelenggara KPU Sulut Yessy Momongan saat diwawancara di aula kantor KPU Sulut, Kamis (8/10/2020) pukul 18.27 Wita

MANADO, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara mengklarifikasi pernyataan soal pemberian uang transport bagi peserta kampanye pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020.

Uang yang dimaksud tidak diberikan secara tunai, tapi dalam bentuk makanan, minuman, serta transportasi dari pasangan calon atau panitia kampanye.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaran KPU Sulut Yessy Momongan mengatakan, hal ini tertuang dalam Pasal 71 ayat 3 Peraturan KPU (PKPU) Nomor 4 Tahun 2017.

Baca juga: Anak 9 Tahun yang Bantu Ibu Melawan Pemerkosa Ditemukan Tewas Mengenaskan

Pernyataan Yessy ini sekaligus meralat pernyataan dia sebelumnya terkait kewajiban pemberian uang Rp 250.000 kepada peserta kampanye.

Sebelumnya, Yessy menjelaskan hanya sampai pada ayat 2, yang menuliskan bahwa pasangan calon atau tim kampanye wajib memberikan uang transportasi.

Dia tidak menjelaskan bahwa uang transportasi itu tidak boleh secara tunai, tetapi dalam bentuk lain senilai Rp 250.000.

“Jadi penjelasannya ada di ayat 3, diterangkan adalah biaya makan, minum, dan transportasi sebagaimana dimaksud pada ayat 2. Dilarang diberikan dalam bentuk uang,” kata Yessy kepada Kompas.com, Minggu (11/10/2020).

Ia mengakui, ada kesalahpahaman dalam pemberian materi pada media gathering yang digelar KPU Sulut pada Kamis lalu.

“Karena memang di simulasi itu ada uang transport. Tapi saya kurang menjelaskan bahwa uang transport itu tidak diserahkan dalam bentuk uang. Saya berpikir sudah dijelaskan oleh Pak Salman Saelangi (Komisioner KPU Sulut Divisi Parmas dan SDM), karena saya hanya menjelaskan soal dana kampanye saja,” kata Yessy.

Baca juga: Paslon Pilkada Sulut Wajib Berikan Uang Transport ke Peserta Kampanye

Yessy kembali menegaskan bahwa uang transport yang dimaksud tidak diberikan tunai oleh paslon.

“Paslon atau tim kampanye menyediakan snack atau makanan dan menyediakan transportasi sesuai dengan standar biaya daerah,” kata Yessy.

Hal yang sama dijelaskan oleh Salman Saelangi.

Ia mengajak seluruh pihak untuk memastikan paslon yang akan maju di Pilkada tidak melakukan politik uang.

“Ini menjadi tanggung jawab semua elemen. Tidak terlepas juga bagi kalangan media,” ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X