Jalani Karantina Covid-19, Oknum Brimob di Babel Diduga Aniaya Sesama Pasien, Ini Ceritanya

Kompas.com - 10/10/2020, 16:21 WIB
Ilustrasi penganiayaan Kompas.com/ERICSSENIlustrasi penganiayaan

KOMPAS.com - Diduga tersinggung soal emoticon di grup WhatsApp, seorang anggota Brimob, yang sedang jalani karantina di Wisma BKPSDM Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, memukul pasien lainnya.

Menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 Kepulauan Bangka Belitung Andi Budi Prayitno, insiden itu terjadi pada Jumat sekitar pukul 17.00 WIB.

"Diduga pelaku tersinggung sehingga terjadi pemukulan," kata Andi Budi, di Pangkalpinang, Sabtu (10/10/2020).

Baca juga: Oknum Brimob Ngamuk di Pengadilan, Sidang Perceraian Batal Digelar

Diselesaikan secara kekeluargaan

Usai insiden itu, Andi menjelaskan, pihaknya telah mengungsikan korban berinisial RFS (18) untuk sementara waktu ke asrama haji. Pihaknya pun segera menyelesaikan insiden itu secara kekeluargaan.

"Kami ingin ada pernyataan sikap atau sanksi karena ini secara kelembagaan semua pasien harus ada ketenangan. Permintaan maaf juga pada pengelola wisma karena keributan ini," ujar Andi.

Baca juga: Oknum Anggota Brimob Diduga Pukul Pasien Sesama Covid-19

Seperti diketahui, saat ini Satgas Covid-19 Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, ada penambahan pasien positif corona sebanyak 14 orang.

Empat orang di antaranya merupakan anggota Brimob yang diketahui pernah melakukan perjalanan ke Jawa Barat.

(Penulis: Kontributor Pangkalpinang, Heru Dahnur | Editor: Robertus Belarminus)

 

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X