Khofifah Fasilitasi Perwakilan Buruh Berangkat ke Jakarta untuk Berdialog dengan Menko Polhukam

Kompas.com - 09/10/2020, 17:51 WIB
Ziarah ke makam Soerjo, Gubenur Jawa Timur Khofifah Endar Parawansa tiba tiba dipanggil ratas oleh Presiden Jokowi diduga membahas situasi Jawa Timur. KOMPAS.COM/SUKOCOZiarah ke makam Soerjo, Gubenur Jawa Timur Khofifah Endar Parawansa tiba tiba dipanggil ratas oleh Presiden Jokowi diduga membahas situasi Jawa Timur.

SURABAYA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memenuhi tuntutan perwakilan buruh yang meminta penangguhan omnibus law UU Cipta Kerja yang telah disahkan beberapa waktu lalu.

Khofifah menerima sejumlah perwakilan buruh saat demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja di Surabaya pada Kamis (8/10/2020).

Baca juga: Terima Aspirasi Demonstran, Khofifah Surati Presiden dan Fasilitasi Dialog dengan Mahfud MD

Khofifah berdialog dengan Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) A Fauzi, Sekjen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jazuli, dan Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Achmad Soim.

Dalam pertemuan itu, Khofifah juga menyetujui keinginan perwakilan buruh bertemu dengan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Jakarta.

"Kami juga memfasilitasi perwakilan buruh untuk berangkat ke Jakarta untuk beraudiensi dan dialog langsung dengan Menko Polhukam Mahfud MD dalam waktu dekat," kata Khofifah dalam rilis yang diterima, Jumat (9/10/2020).

Khofifah menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memenuhi tuntutan perwakilan buruh untuk mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo.

"Aspirasi mereka yang meminta Gubernur untuk berkirim surat resmi kepada Presiden Joko Widodo langsung saya penuhi. Hari ini surat dikirim melalui Mendagri," kata Khofifah.

Pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja menuai penolakan dari kalangan buruh dan mahasiswa di sejumlah wilayah.

Baca juga: Anggota TGPF Ditembak KKB Usai Olah TKP Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani

Di Surabaya, demonstrasi terjadi di tiga lokasi, Gedung Negara Grahadi, DPRD Jawa Timur, dan Kantor Gubernur Jawa Timur.

Polisi mengaku menangkap sekitar 634 pengunjuk rasa atau demonstran yang merusak terlibat bentrok dan merusak fasilitas umum di Kota Surabaya dan Kota Malang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara, Warga Panik dan Sejumlah Rumah Roboh

Fakta Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara, Warga Panik dan Sejumlah Rumah Roboh

Regional
Rencana Polisi Tak Perlu Menilang Lagi, Begini Tanggapan Warga

Rencana Polisi Tak Perlu Menilang Lagi, Begini Tanggapan Warga

Regional
Sederet Fakta Bupati Sleman Terpapar Covid-19 Sepekan Usai Disuntik Vaksin

Sederet Fakta Bupati Sleman Terpapar Covid-19 Sepekan Usai Disuntik Vaksin

Regional
Pasien Covid-19 Terekam CCTV Saat Mesum di Ruang Isolasi, Polisi Lakukan Penyelidikan

Pasien Covid-19 Terekam CCTV Saat Mesum di Ruang Isolasi, Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
Mahasiswa Unsoed Kembangkan Alat Deteksi Dini Pergerakan Tanah

Mahasiswa Unsoed Kembangkan Alat Deteksi Dini Pergerakan Tanah

Regional
2 WNA Asal China dan 1 dari Korea Diamankan, Bisnis Kayu hingga Liburan

2 WNA Asal China dan 1 dari Korea Diamankan, Bisnis Kayu hingga Liburan

Regional
Sensus Penduduk, Populasi Jabar Mencapai 48,27 Juta Jiwa

Sensus Penduduk, Populasi Jabar Mencapai 48,27 Juta Jiwa

Regional
Sah Jadi Bupati Cianjur, Herman Janjikan 1.000 Kilometer Jalan Beton

Sah Jadi Bupati Cianjur, Herman Janjikan 1.000 Kilometer Jalan Beton

Regional
Kasus Anak Gugat Orangtua karena Fortuner, Dedi Mulyadi: Ibu Mestinya Diberi Kasih Sayang Bukan Digugat

Kasus Anak Gugat Orangtua karena Fortuner, Dedi Mulyadi: Ibu Mestinya Diberi Kasih Sayang Bukan Digugat

Regional
Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Banyumas Capai 76 Persen

Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Banyumas Capai 76 Persen

Regional
Sukacita Orangtua Bayi Kembar Siam Setelah Setahun dan 10 Jam yang Berat

Sukacita Orangtua Bayi Kembar Siam Setelah Setahun dan 10 Jam yang Berat

Regional
Kisah Ibu Digugat Anak Kandung, Punya Fortuner tapi Dianggap Sewa

Kisah Ibu Digugat Anak Kandung, Punya Fortuner tapi Dianggap Sewa

Regional
Fakta Pasien Mesum di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Dompu, Viral di Medsos hingga Polisi Lakukan Penyelidikan

Fakta Pasien Mesum di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Dompu, Viral di Medsos hingga Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
Dedi Mulyadi Siapkan Advokat untuk Ibu yang Digugat Anaknya karena Fortuner

Dedi Mulyadi Siapkan Advokat untuk Ibu yang Digugat Anaknya karena Fortuner

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ibu Digugat Anak Kandung Soal Mobil Fortuner | Temuan Bagian Tubuh Diduga Milik Penumpang Sriwijaya Air

[POPULER NUSANTARA] Ibu Digugat Anak Kandung Soal Mobil Fortuner | Temuan Bagian Tubuh Diduga Milik Penumpang Sriwijaya Air

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X