Tidak Ditanggapi, Demo Tolak Omnibus Law di Padang Sidempuan Ricuh, 7 Orang Terluka

Kompas.com - 09/10/2020, 11:22 WIB
Ratusan personel polisi dan brimob berusaha menghalau massa mahasiswa saat aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja di Kota Padang Sidempuan, Sumatera Utara, Kamis (8/10/2020). Aksi berujung ricuh, dan menyebabkan sedikitnya empat polisi, dua mahasiswa dan satu petugas Satpol PP terluka. KOMPAS.COM/ORYZA PASARIBURatusan personel polisi dan brimob berusaha menghalau massa mahasiswa saat aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja di Kota Padang Sidempuan, Sumatera Utara, Kamis (8/10/2020). Aksi berujung ricuh, dan menyebabkan sedikitnya empat polisi, dua mahasiswa dan satu petugas Satpol PP terluka.

PADANG SIDEMPUAN, KOMPAS.com - Sekitar seribu massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Salak Berduri (AMASIBA) menggelar aksi menolak omnibus law UU Cipta Kerja di Kota Padang Sidempuan Sumatera Utara, yang berlangsung Kamis (8/10/2020) siang hingga petang.

Akibat tuntutan massa tidak mendapat tanggapan dari anggota DPRD, aksi berujung ricuh dan menyebabkan sedikitnya empat personil polisi, dua mahasiswa dan satu petugas Satpol PP mengalami luka.

Pantauan Kompas.com, Kamis (8/10/2020) siang, sekitar seribu massa menggelar aksi di depan Kantor DPRD Kota Padang Sidempuan.

Mereka tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Salak Berduri (AMASIBA), yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS), Universitas Graha Nusantara (UGN). 

Baca juga: Buntut Demo Ricuh Tolak Omnibus Law di Sukabumi, 23 Orang Diamankan

Juga Universitas Aufa Royhan, IAIN Padang Sidempuan, Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS) dan kelompok lembaga mahasiswa Cipayung Plus. 

Sekretaris BEM UMTS Roni Yakub Azhari mengatakan, mereka datang untuk menyampaikan aspirasi menolak Undang-undang Cipta Kerja yang sudah disahkan di DPR RI.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di masa Pandemi (Covid-19) ini, mereka melarang untuk berkumpul dan berkerumun. Namun mereka berkumpul dan mengesahkan Undang-undang yang menciderai hati kita," teriak Roni dan diikuti orasi serupa lainnya.

Baca juga: 7 Anggota Anarko Asal Jakarta Tertangkap Saat Demo Ricuh di Palembang

Aksi Berujung Bentrok

Mulanya, aksi berlangsung kondusif dan mendapat pengamanan dari ratusan personel aparat kepolisian.

Sekitar pukul 14.30 WIB, tiba-tiba suasana berubah anarkis. Aksi bentrok saling lempar pun terjadi. Massa mencoba masuk untuk bisa bertemu dan mendapat tanggapan dari pihak DPRD setempat.

"Kami minta hanya perwakilan (beberapa orang) dari adik-adik mahasiswa yang masuk ke dalam (Kantor DPRD) dan kami fasilitasi bertemu dengan anggota DPRD yang ada," ujar Kepala Polisi Resor Padang Sidempuan AKBP Juliani Prihartini.

Namun, permintaan Kapolres ditolak massa dan tetap meminta sejumlah massa diizinkan masuk dan bertemu dengan anggota DPRD.

Baca juga: Liput Demo Berujung Ricuh di DIY, 2 Pewarta Foto dan 1 Jurnalis TV Terluka

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X