7 Anggota Anarko Asal Jakarta Tertangkap Saat Demo Ricuh di Palembang

Kompas.com - 09/10/2020, 10:44 WIB
Mobil Pam Obvit milik Polresta Palembang dirusak massa aksi demo penolakan RUU Omnibus Law Cipta  Kerja yang berlangsung di depan gedung DPRD Sumsel, Rabu (8/10/2020l). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAMobil Pam Obvit milik Polresta Palembang dirusak massa aksi demo penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang berlangsung di depan gedung DPRD Sumsel, Rabu (8/10/2020l).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Sebanyak tujuh orang kelompok Anarko asal Jakarta ditangkap pihak kepolisian Polrestabes Palembang saat mengikuti aksi demo penolakan omnibus law UU Cipta Kerja di gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan.  

Tujuh orang tersebut saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh penyidik Polrestabes Palembang.  

"Hasil pemeriksaan, ada tujuh orang keompok anarko asal Jakarta. Mereka sengaja datang ke Palembang untuk unjuk rasa disini,"kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, Jumat (9/10/2020). 

Baca juga: Polisi Duga Kelompok Anarko Susupi Demo Tolak UU Cipta Kerja di Banten hingga Ricuh

Supriadi menjelaskan, kelompok anarko yang ditangkap itu diketahui memprovokasi sejumlah kelompok ain yang ikut melakukan aksi demo di Palembang. 

Sehingga, banyak kelompok dari luar ikut tergabung ke dalam rombongan mahasiswa yang melakukan aksi damai. 

"Mereka (kelompok anarko) yang menggerkan massa dari media sosial, sekarang masih diselidiki tim siber patroli kita untuk mengetahui adminnya,"jelas Supriadi.

Baca juga: Kapolda Sulsel Sebut Kelompok Anarko Tunggangi Demo Omnibus Law di Makassar, Pancing Kericuhan

360 orang diamankan, rata-rata pelajar

Sudah 360 orang saat ini diamankan Polrestabes Palembang lantaran diduga sebagai perusuh dalam aksi demo yang berlangsung pada Rabu (8/10/2020) kemarin. 

Mereka rata-rata masih berstatus sebagai pelajar. 

"Kami akan koordinasi dengan dinas pendidikan dan orang tua siswa, agar mereka ini (pelajar) dikasih pembinaan," ujar Supriadi. 

Baca juga: Polisi: Kerusuhan Demo Tolak UU Cipta Kerja Diduga Dilakukan Anarko

Diberitakan sebelumnya, dua unit mobil Patroli Keamanan Objek Vital (Pam Obvit) dan Provost milik Polrestabes Palembang hancur dirusak massa, Rabu (8/10/2020).

Tak hanya itu, puluhan motor milik wartawan dan polisi yang ada di depan pagar gedung DPRD Sumatera Selatan juga ikut dirusak. 

Pantauan Kompas.com dilapangan, kericuhan itu semula terjadi di depan halaman kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Regional
Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Regional
Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Regional
Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Regional
Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Regional
Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Regional
Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X