Kompas.com - 08/10/2020, 20:06 WIB
Dua Sepeda motor tampak terguling dan rusak di halaman DPRD DIY. Salah satunya sepeda motor milik Arifin KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMADua Sepeda motor tampak terguling dan rusak di halaman DPRD DIY. Salah satunya sepeda motor milik Arifin

KOMPAS.com - Bentrokan pecah antara aparat dan massa aksi tolak Undang-Undang Cipta Kerja di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Jalan Malioboro Yogyakarta, Kamis (8/10/2020). 

Akibatnya, sebuah mobil polisi dan sepeda motor di lokasi juga menjadi sasaran amukan massa. 

"Iya ini sepeda motor saya," ujar Arifin (21) pemilik motor saat ditemui di DPRD DIY, Kamis (08/10/2020).

Mobil Polisi yang terparkir di halaman DPRD DIY mengalami kerusakanKOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA Mobil Polisi yang terparkir di halaman DPRD DIY mengalami kerusakan

Arifin mengatakan, dirinya datang ke DPRD DIY sejatinya bukan untuk berdemo, namun untuk mengerjakan tugas foto jurnalistik.

Sementara itu, saat terjadi bentrokan, sejumlah kaca di gedung DPRD pecah dilempari batu oleh peserta aksi. Polisi pun terpaksa menembakkan gas air mata untuk meredam aksi massa.

Sejumlah pengunjuk rasa melempari gedung DPRD Yogyakarta saat aksi menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law di Yogyakarta, Kamis (8/10/2020). Unjuk rasa tersebut berakhir ricuh dan mengakibatkan fasilitas di kawasan Malioboro rusak. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/nz.         ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah Sejumlah pengunjuk rasa melempari gedung DPRD Yogyakarta saat aksi menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law di Yogyakarta, Kamis (8/10/2020). Unjuk rasa tersebut berakhir ricuh dan mengakibatkan fasilitas di kawasan Malioboro rusak. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/nz.
Menurut keterangan polisi, kerusuhan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu massa tengah menggelar orasi.

Tiba-tiba sejumlah oknum massa melempar botol mineral ke arah aparat. Aksi tersebut segera memicu bentrokan.

Dalam aksi itu, peserta aksi juga membawa repilka celeng merah dan sejumlah spanduk bertuliskan penolakan kepada UU Cipta Kerja.

"Kami menuntut panca azimat rakyat, pertama cabut UU Omnibuslaw, pengaturan ketenagakerjaan kembali kepada UU 13/2003 tentang ketenaga kerjaan, penetapan UMP berdasar survey KHL, berikan BLT kepada seluruh pekerja, tunda pilkada 2020," kata Juru Bicara MPBI Irsad Ade Irawan.

MPBI memadati depan DPRD DIY, Malioboro YogyakartaKompas.com/Wisang Seto Pangaribowo MPBI memadati depan DPRD DIY, Malioboro Yogyakarta

Sementara itu, aksi massa membuat sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Malioboro memilih tutup. 

Salah satunya Sawal, pedagang di Malioboro, yang memilih tutup hingga situasi sudah aman kembali.

"Iya, tutup saja, saya takut kalau nanti kena apa-apa. Ya kalau rugi ya rugi," kata Sawal, salah satu PKL Jalan Malioboro.

Pedagang Kaki Lima di Jalan Malioboro memutuskan untuk menutup lapak daganganyaKOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA Pedagang Kaki Lima di Jalan Malioboro memutuskan untuk menutup lapak daganganya

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana menyeselakan adanya bentrokan saat aksi tolak UU Cipta Kerja itu.

"Rekan-rekan semua kondisi hari ini masih terjadi kerusuhan di lingkungan DPRD DIY dan Malioboro sangat memprihatinkan kami tidak berharap kerusuhan ini berlangsung lebih lama kami minta untuk segera bubarkan diri. Kondisi kekacauan ini tidak sesuai dengan karakter Yogyakarta," ujarnya, Kamis (8/10/2020).

Dua motor trusak di halaman depan dprd diyKompas.com/Wisang Seto Pangaribowo Dua motor trusak di halaman depan dprd diy

(Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma dan Wisang Seto Pangaribowo)

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X