Kompas.com - 08/10/2020, 19:22 WIB
Tangkapan layar video aksi massa di Palangkaraya, Kalteng, Kamis (8/10/2020). Massa yang berasal dari berbagai elemen menuntut pimpinan DPRD Kalteng menyatakan sikap menolak omnibus law dan menuntut presiden menerbitkan perppu. KOMPAS.com/DEWANTARATangkapan layar video aksi massa di Palangkaraya, Kalteng, Kamis (8/10/2020). Massa yang berasal dari berbagai elemen menuntut pimpinan DPRD Kalteng menyatakan sikap menolak omnibus law dan menuntut presiden menerbitkan perppu.

PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Demo gabungan mahasiswa menolak pengesahan omnibus law Undang-undang Cipta Kerja di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (8/10/2020), diwarnai bentrokan dengan aparat kepolisian. 

Massa memulai aksi dengan long march dari Gedung TVRI menuju gedung DPRD Kalteng sekitar 09.00 WIB.

Tidak kurang dari 700 peserta dari berbagai elemen mengikuti aksi unjuk rasa tersebut.

Mereka bermaksud menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pimpinan DPRD Kalteng. Namun, tidak seorangpun anggota parlemen daerah ini ada di tempat.

Baca juga: Tawuran Warga dan Mahasiswa yang Demo Omnibus Law di Makassar, Polisi Amankan 13 Orang

Upaya mereka masuk ke dalam gedung DPRD terhalang barikade aparat kepolisian. 

"Akhirnya kami mengultimatum agar pimpinan ataupun anggota DPRD menemui kami dalam waktu 1x30 menit. Jika tidak kami akan masuk dan menyegel gedung dewan," ujar Presiden Mahasiswa Universitas Palangkaraya (Presma UPR) Epafras Meihaga yang bertindak sebagai Koordinator Lapangan Aksi 8 Oktober memprotes pengesahan omnibus law . 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah tenggat 30 menit yang diberikan berakhir, massa berusaha merangsek masuk melalui gerbang depan gedung yang berada di Jalan S Parman No 2, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangkaraya.

Akibatnya, bentrok fisik dengan aparat kepolisian tidak dapat dihindarkan. 

Haga menyebut sedikitnya lima rekan sesama peserta aksi mengalami luka-luka.

"Rata-rata mengalami luka lebam karena hantaman benda tumpul. Ada dua orang yang terluka hingga berdarah, tapi satu di antaranya memang karena tidak sengaja terpegang kawat berduri yang dipasang sebagai barikade di depan gerbang gedung DPRD Kalteng," terang Haga, panggilan akrab mahasiswa semester 9 Teknik Tambang Fakultas Teknik UPR ini, Kamis petang. 

Baca juga: Demo Tolak Omnibus Law Ricuh, Kaca Gedung DPRD DIY Pecah dan Mobil Polisi Dirusak

Sedangkan Tri Oktafiani, peserta aksi yang berasal dari elemen GMNI Kalteng, menyatakan salah seorang rekannya mengalami luka sobek di bagian belakang kepala.

Dia menduga mahasiswa tersebut terkena pukulan dari belakang.

"Ada juga satu yang terkena pukulan sampai wajahnya bengkak," ujar Anny.

Dalam aksi massa yang terjadi serentak hampir di seluruh wilayah di Indonesia ini, gabungan seluruh elemen yang terdiri dari mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat, serta serikat buruh Kalimantan Tengah menyerukan dua tuntutan.

Pertama, mereka menuntut pimpinan DPRD Kalteng menyatakan sikap menolak UU Cipta Kerja.

Kedua, meminta DPRD Kalteng menyampaikan kepada presiden RI agar menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) untuk mencabut UU Cipta Lapangan Kerja yang kadung disahkan DPR RI pada Senin (5/10/2020) lalu. 

Baca juga: Demo Tolak UU Cipta Kerja di Samarinda Ricuh, Mahasiswa Dibubarkan dengan Gas Air Mata

Karena tidak bisa menemui satupun anggota DPRD Kalteng, peserta aksi sepakat membubarkan diri sekitar 15.00 WIB setelah menyampaikan poin tuntutan kepada staf anggota DPRD Kalteng.

Namun mereka memberi batas waktu 2x24 jam kepada pimpinan DPRD Kalteng agar memenuhi dua tuntutan mereka. 

"Jika tidak, kami mempertimbangkan untuk menurunkan massa lebih besar lagi," tutupnya. 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.