Polisi Amankan Anggota Ormas dan Pelajar pada Aksi Mogok Kerja di Karawang

Kompas.com - 08/10/2020, 12:03 WIB
Polres Karawang mengamankan sejumlah orang pada hari kedua aksi mogok nasional menolak UU Cipta Kerja di depan Kantor Pemkab Karawang, Rabu (8/10/2020). KOMPAS.COM/FARIDAPolres Karawang mengamankan sejumlah orang pada hari kedua aksi mogok nasional menolak UU Cipta Kerja di depan Kantor Pemkab Karawang, Rabu (8/10/2020).

KARAWANG, KOMPAS.com -Polres Karawang mengamankan sejumlah orang pada hari kedua aksi mogok nasional menolak UU Cipta Kerja di depan Kantor Pemkab Karawang, Rabu (8/10/2020).

Berdasarkan pantauan saat aksi, awalnya beberapa anggota ormas melakukan melempar botol air minum di depan anggota polisi. Saat akan diamankan, mereka melarikan diri.

Namun, polisi kemudian mengamankan sekitar 17 orang anggota ormas yang ikut dalam aksi para buruh. Meski begitu, aksi mogok di depan Kantor Pemkab Karawang berlangsung aman.

Baca juga: Kawal Penerapan Protokol Kesehatan di Perusahaan, Apindo Karawang Bentuk Satgas Covid-19

Amankan pelajar

Setelah aksi mogok nasional selesai, sejumlah polisi mensweeping area sekitar Stadion Singaperbangsa.

Kemudian ada pelajar yang langsung melarikan diri dan terjadi kejar-kejaran dengan petugas hingga belakang stadion. Hasilnya, polisi mengamankan sekitar 10 orang pelajar yang diduga sempat ikut aksi.

Dikonfirmasi mengenai pengamanan sejumlah orang terswbut, Kapolres Karawang AKBP Arif Rachman Arifin menjawab singkat.

“Nantilah di Mapolres Karawang keterangannya soalnya belum dilakukan pemeriksaan kepada mereka,” kata Arif di Stadion Singaperbangsa, Rabu (7/10/2020).

Baca juga: Hari Kedua Mogok Nasional Tolak UU Cipta Kerja, Buruh di Karawang Gelar Konvoi

Pejabat Karawang temui pedemo

Pada hari kedua mogok nasional ini, para buruh melakukan konvoi dan berkumpul serta berorasi menolak UU Cipta Kerja di depan Kantor Pemkab Karawang.

Tak lama kemudian, tim negosiator buruh berhasil mendatangkan Pjs Bupati Karawang Yerry Yanuar, Sekda Karawang Acep Jamhuri, Ketua DPRD Karawang Pendi Anwar dan Komisi IV DPRD Karawang untuk hadir.

Ketua DPRD Karawang dari Fraksi Demokrat, Pendi Anwar menyatakan, sikap menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Menurut dia, UU ini dapat ditinjau kembali. Begitu pun Ketua Fraksi PKS DPRD Karawang Dedi Sudrajat.

Sementara itu, dari surat penyataan yang ditandatangani Sekda Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri, Pemerintah Kabupaten Karawang mendukung sepenuhnya perjuangan buruh untuk menolak Undang Undang Cipta Kerja yang baru saja disahkan di DPR RI.

"Kami akan terus mengawal perjuangan buruh ini untuk juga kami sampaikan kepada pemerintah pusat," kata Acep.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Desa di Kepulauan Meranti Terendam Banjir akibat Kanal Meluap

4 Desa di Kepulauan Meranti Terendam Banjir akibat Kanal Meluap

Regional
Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

Regional
ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

Regional
Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Regional
Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

Regional
Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 November 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 November 2020

Regional
Beri Kejutan Istri, Crazy Rich Surabaya Pasang Baliho Ucapan Ulang Tahun di Perempatan Jalan

Beri Kejutan Istri, Crazy Rich Surabaya Pasang Baliho Ucapan Ulang Tahun di Perempatan Jalan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 November 2020

Regional
Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

Regional
Kisah Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai, Jatuh dari Tebing Setinggi 20 Meter Saat Cari Tanaman

Kisah Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai, Jatuh dari Tebing Setinggi 20 Meter Saat Cari Tanaman

Regional
Meski Bromo Zona Hijau, Satgas Tak Izinkan Jazz Gunung Digelar

Meski Bromo Zona Hijau, Satgas Tak Izinkan Jazz Gunung Digelar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X