Demo Tolak UU Cipta Kerja, Buruh di Pekalongan Bawa Keranda Mayat

Kompas.com - 08/10/2020, 11:42 WIB
Pengunjuk rasa dari SPN Kota/Kabupaten Pekalongan membawa keranda dan pocong di monumen juang 45 Kota Pekalongan Jawa Tengah. Kompas.com/Ari HimawanPengunjuk rasa dari SPN Kota/Kabupaten Pekalongan membawa keranda dan pocong di monumen juang 45 Kota Pekalongan Jawa Tengah.

PEKALONGAN, KOMPAS.com - Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) se-Kota dan Kabupaten Pekalongan berdemonstrasi di Monumen Juang 45 Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2020).

Mereka berorasi menolak Undang-undang (UU) Cipta Kerja khususnya klaster ketenagakerjaan. 

Demonstran juga membawa keranda jenazah bertuliskan "Matinya hati Nurani DPR" serta melakukan aksi teatrikal dengan sebuah pocong di halaman monumen.

Baca juga: Pasutri Asal Pekalongan Ini 7 Tahun Tinggal di Rumah yang Nyaris Roboh

Massa juga membawa poster dan spanduk yang isinya menolak UU Cipta Kerja yang sudah disahkan oleh DPR.

Koordinator aksi Delita Arfianto mengatakan pihaknya merasa kecewa dengan disahkannya UU Cipta Kerja karena dinilai sangat merugikan buruh.

"Kami menuntut pemerintah menerbitkan Perppu serta meminta kepada DPRD kota, kabupaten, dan provinsi agar menyampaikan aspirasi hari ini. Hal ini merupakan tanggung jawab moril wakil rakyat dalam mengemban amanah," kata Delita.

Delita menambahkan awalnya massa yang akan ikut aksi berjumlah 500 lebih, tapi karena ada kesepakatan bersama termasuk dengan aparat kepolisian akhirnya hanya 150 orang yang berdemonstrasi.

Baca juga: Orangtua Demonstran di Semarang yang Ditangkap Tunggu Anaknya Dibebaskan

Dalam unjuk rasa kali ini juga buruh melakukan tabur bunga di sekitar Monumen Juang 1945.

"Setelah ini kita akan long march ke gedung DPRD Kota Pekalongan untuk menyampaikan aspirasi kami," tutup Delita.

Unjuk rasa buruh sendiri mendapat pengamanan ketat dari aparat Kepolisian Polres Pekalongan Kota.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kawanan Pencuri Bawa Kabur Bus Rp 1,7 Miliar, Padahal Sedang Mogok

Kawanan Pencuri Bawa Kabur Bus Rp 1,7 Miliar, Padahal Sedang Mogok

Regional
Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Sleman Kembali ke Rumah, Sempat Gelar Tumpengan

Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Sleman Kembali ke Rumah, Sempat Gelar Tumpengan

Regional
Paus yang Terjebak Lumpur di Sungai Akhirnya Lepas Berkat Warga

Paus yang Terjebak Lumpur di Sungai Akhirnya Lepas Berkat Warga

Regional
Bupati Tegal Umi Azizah Tak Divaksin Covid-19 karena Terganjal Usia

Bupati Tegal Umi Azizah Tak Divaksin Covid-19 karena Terganjal Usia

Regional
Musisi di Bali Edarkan Ganja, Berdalih Sepi Manggung Saat Pandemi

Musisi di Bali Edarkan Ganja, Berdalih Sepi Manggung Saat Pandemi

Regional
Video Viral Wajah Warga di Makassar Terkena Anak Panah, Ini Kata Polisi

Video Viral Wajah Warga di Makassar Terkena Anak Panah, Ini Kata Polisi

Regional
Diabaikan Pengunjung Kafe, Kapolres: Kalau Tidak Pulang, Saya Angkut

Diabaikan Pengunjung Kafe, Kapolres: Kalau Tidak Pulang, Saya Angkut

Regional
4 Kasus Pemalsuan Surat Rapid Test, Lupa Ubah Nomor hingga Palsukan Tanda Tangan Dokter

4 Kasus Pemalsuan Surat Rapid Test, Lupa Ubah Nomor hingga Palsukan Tanda Tangan Dokter

Regional
Hendak Digugat Cerai, Seorang Suami di Surabaya Jebak Istri Bawa Sabu agar Ditangkap Polisi, Ini Ceritanya

Hendak Digugat Cerai, Seorang Suami di Surabaya Jebak Istri Bawa Sabu agar Ditangkap Polisi, Ini Ceritanya

Regional
2 Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Asal Lampung Teridentifikasi

2 Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Asal Lampung Teridentifikasi

Regional
Kasus Anak Gugat Ibu karena Fortuner Mulai Disidangkan, Kedua Pihak Siap Berdamai

Kasus Anak Gugat Ibu karena Fortuner Mulai Disidangkan, Kedua Pihak Siap Berdamai

Regional
Setelah Videonya Buang Ratusan Telur Viral, Suparni Menyesal dan Minta Maaf

Setelah Videonya Buang Ratusan Telur Viral, Suparni Menyesal dan Minta Maaf

Regional
Polisi Hancurkan 563 Knalpot 'Racing'

Polisi Hancurkan 563 Knalpot "Racing"

Regional
Divaksin Covid-19, Bupati Wonogiri: Rasanya Seperti Digigit Semut Rangrang

Divaksin Covid-19, Bupati Wonogiri: Rasanya Seperti Digigit Semut Rangrang

Regional
6 Warga NTB Korban Sindikat Pengiriman TKI Ilegal Dicegah Masuk Malaysia

6 Warga NTB Korban Sindikat Pengiriman TKI Ilegal Dicegah Masuk Malaysia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X