Polisi Amankan 40 Orang "Penumpang Gelap" Aksi Mahasiswa Tolak Omnibus Law

Kompas.com - 08/10/2020, 05:30 WIB
Kelompok massa beratribut serba hitam pada aksi demonstrasi menolak Omnibus Law dihadang polisi saat menuju Gedung DPRD di persimpangan Dago Jalan RE Martadinata, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (7/10/2020). KOMPAS.COM/BUDIYANTOKelompok massa beratribut serba hitam pada aksi demonstrasi menolak Omnibus Law dihadang polisi saat menuju Gedung DPRD di persimpangan Dago Jalan RE Martadinata, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (7/10/2020).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Sejumlah orang berpakaian hitam ditangkap petugas kepolisian dari Polres Sukabumi Kota dari sejumlah lokasi di Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (7/10/2020) sore.

Sebelumnya, massa beratribut hitam-hitam dihadang saat berusaha merangsek masuk menuju jalan ke Gedung DPRD di persimpangan Jalan Ir H Djuanda (Dago) di Jalan RE Martadinata sekitar pukul 15:00 WIB.

Saat itu di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi di Jalan Ir H Djuanda, massa dari gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sukabumi sedang menggelar unjuk rasa menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja.

''Ada 40 orang yang diamankan,'' kata Kepala Polres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni kepada Kompas.com saat ditemui di kantor Polres Sukabumi Kota, Rabu malam.

Baca juga: Tawuran Warga di Tengah Aksi Demo Omnibus Law, 8 Orang Diamankan

Menurutnya, puluhan orang yang diamankan tersebut diduga akan mendompleng aksi unjuk rasa mahasiswa. Selain itu, ada juga yang diduga anggota geng motor dan pelajar SMK.

''Mereka masih diinterogasi sama anggota. Kita tunggu hasilnya besok ya,'' ujar dia.

Sebelumnya, Sumarni sempat meminta mahasiswa yang menggelar unjuk rasa agar mengantisipasi masuknya kelompok pengacau. Karena yang ikut mendompleng ini ingin mengacaukan suasana Sukabumi.

''Ada provokator pengacau yang mendompleng aksi- aksi mahasiswa. Kami sudah mengamankan beberapa orang,'' ujar dia kepada para wartawan di Lapang Merdeka, Rabu petang.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, sejumlah massa mengenakan pakaian hitam dengan membawa atribut menolak omnibus law bergerak dari Lapang Merdeka. Mereka berjalan kaki melintas Jalan RE Martadinata sekitar 300 meter.

Namun saat menuju jalan ke Gedung DPRD Kota Sukabumi, kelompok massa ini dihadang sejumlah anggota Polres Sukabumi Kota di persimpangan Dago bawah, Jalan RE Martadinata.

Baca juga: Demo Tolak Omnibus Law di Palembang, DPRD Sumsel Diblokade Mahasiswa, 100 Terduga Penyusup Diamankan

Massa yang mencapai seratusan ini membawa atribut demonstrasi, seperti bendera, spanduk dan poster dengan dasar hitam. Dalam atributnya bertuliskan, ''Tolak Omnibus Law'' dan "Periksa kupingmu agar bisa mendengar dengan jelas''.

Juga dalam salah satu posternya bertuliskan ''Kami kaum rebahan terpaksa harus keluar dari zona nyaman. Karna rakyat memanggil. Tolak Omnibus Law.''



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Regional
Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Regional
Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Regional
Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Regional
Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Regional
Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X