600 Nelayan Kodingareng Sulsel Protes Tambang Pasir Laut, Datangi Kantor Gubernur

Kompas.com - 07/10/2020, 18:14 WIB
Puluhan nelayan Kodingareng yang mengajukan permohonan surat penghentian tambang pasir laut yang ditandatangani 600 orang di kantor Gubernur Sulsel, Rabu (7/10/2020). KOMPAS.COM/HIMAWANPuluhan nelayan Kodingareng yang mengajukan permohonan surat penghentian tambang pasir laut yang ditandatangani 600 orang di kantor Gubernur Sulsel, Rabu (7/10/2020).

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Nelayan serta perempuan Pulau Kodingareng Lompo kembali mendatangi kantor Gubernur Sulawesi Selatan untuk memprotes tambang pasir laut di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (7/10/2020).

Koordinator Aliansi Selamatkan Pesisir (ASP) Ahmad mengatakan, dalam aksi unjuk rasa tersebut, para perwakilan nelayan Kodingareng memasukkan surat untuk gubernur terkait penghentian kapal tambang pasir laut di area tangkap mereka. 

Tuntutan tersebut ditandatangani 600 nelayan dan warga Kodingareng dari berbagai RW di pulau tersebut. 

"Di muatan surat tersebut berisi penghentian tambang pasir laut yang dimana surat tersebut ditandatangani kurang lebih 600 nelayan se-Kodingareng dari berbagai RW," ujar Ahmad saat diwawancara wartawan, Rabu (7/10/2020).

Baca juga: Nelayan Kodingareng Sulsel Ketakutan, Merasa Diteror Polisi, Rumah Difoto, Lemari Dibongkar

Ada 10 poin yang diajukan nelayan dalam surat tersebut. Secara garis besar poin-poin tersebut berisi dampak dari tambang pasir laut yang merusak ekosistem ikan. 

Tambang pasir laut itu sangat merugikan lantaran dari data BPS, 90 persen warga Kodingareng menggantungkan hidup di laut. Tambang pasir laut itu juga terjadi di perairan Galesong Utara. 

"Teman-teman nelayan Kodingareng ada yang menginap di Galesong karena teman-teman di Galesong bersolidaritas dengan nelayan Kodingareng karena mereka pernah terdampak terkait dengan tambang pasir laut," ujar Ahmad. 

Baca juga: Walhi dan Nelayan Kodingareng Ajak Gubernur Sulsel Dialog soal Tambang Pasir

Aksi yang dilakukan nelayan Kodingareng, kata Ahmad, langsung diterima Kepala Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Sulsel Hasbullah. 

Ahmad menyebut, Hasbullah berjanji akan menyampaikan surat tersebut kepada Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah yang selama ini masih enggan menemui langsung nelayan Kodingareng. 

Sementara itu, Hasbullah sendiri berjanji akan menindaklanjuti surat tersebut.

"Kami teruskan ke Gubernur Sulsel untuk kemudian dikaji kembali bagaimana proses sesuai dengan tuntutan masyarakat," kata Hasbullah. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Salatiga Perintahkan Pendampingan Disabilitas Dilakukan Menyeluruh

Wali Kota Salatiga Perintahkan Pendampingan Disabilitas Dilakukan Menyeluruh

Regional
Debat Pilkada Putaran Kedua, Gibran Ingin Solo Utara Jadi Pusat Perdagangan, Bajo Bangun Jalan Layang

Debat Pilkada Putaran Kedua, Gibran Ingin Solo Utara Jadi Pusat Perdagangan, Bajo Bangun Jalan Layang

Regional
Tenda Terendam Air Hujan, Ribuan Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok Direlokasi

Tenda Terendam Air Hujan, Ribuan Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok Direlokasi

Regional
Diterjang Puting Beliung, 23 Rumah Warga di Kalsel Porak-poranda

Diterjang Puting Beliung, 23 Rumah Warga di Kalsel Porak-poranda

Regional
BNPB: Jalur Evakuasi di Gunung Semeru Harus Segera Dibangun

BNPB: Jalur Evakuasi di Gunung Semeru Harus Segera Dibangun

Regional
Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani 'Swab Test'

Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani "Swab Test"

Regional
Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Regional
Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Regional
8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

Regional
Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Regional
Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Regional
7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

Regional
Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Regional
22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

Regional
Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X