Kompas.com - 07/10/2020, 14:57 WIB

MAMUJU, KOMPAS.com–Kericuhan mewarnai unjuk rasa mahasiswa yang menolak pengesahan omnibus law Undang-undang (UU) Cipta Kerja di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sulawesi Barat pada Rabu (7/10/2020) akibat bentrokan sesama demonstran.

Insiden itu terjadi karena adanya perbedaan pendapat di antara demontran. Ada demonstran yang ingin masuk ke Gedung DPRD Sulawesi Barat untuk menemui anggota dewan.

Demo Tolak UU Cipta Kerja  Diwarnai KericuhanKOMPAS.COM/JUNAEDI Demo Tolak UU Cipta Kerja Diwarnai Kericuhan

Namun, ada massa lain yang meminta anggota dewan keluar dari kantornya untuk menemui mahasiswa.

Baca juga: Deretan Pro Kontra Pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja

Akibat perbedaan pendapat itu, aksi saling dorong tidak terhindarkan.

Salah seorang demonstran yang diduga jadi provokator pun hampir diamuk massa. Mahasiswa itu  langsung diamankan rekannya.

Demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di DPRD Sulbar pada Rabu (7/10/2020) diwarnai kericuhan.KOMPAS.COM/JUNAEDI Demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di DPRD Sulbar pada Rabu (7/10/2020) diwarnai kericuhan.
Setelah kericuhan itu terjadi, polisi mengizinkan demonstran masuk ke Gedung DPRD Sulawesi Barat untuk menyampaikan aspirasinya.

Raditya, salah seorang orator dalam demonstrasi ini, menyatakan UU Cipta Kerja telah menunjukkan pemerintah dan DPR tidak memiliki empati dengan penderitaan rakyat.

Baca juga: Saat K-popers Meramaikan Isu Penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja...

Demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di DPRD Sulbar pada Rabu (7/10/2020) diwarnai kericuhan.KOMPAS.COM/JUNAEDI Demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di DPRD Sulbar pada Rabu (7/10/2020) diwarnai kericuhan.

Pemerintah dan DPR juga dianggap telah mengabaikan penolakan yang muncul soal UU Cipta Kerja sejak rancangan regulasi itu masih dibahas.

“UU Cipta Kerja tersebut cacat prosedural. Sejak awal ditolak masyarakat luas, namun para wakil rakyat dan pemerintah tetap bersikukuh memaksakan kekuasaannya mengesahkan UU tersebut di tengah gelombang penolakan massa,” tutur Raditya, dalam orasinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Regional
Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Regional
Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Regional
Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.