Kompas.com - 07/10/2020, 14:24 WIB
Ilustrasi garis polisi. SHUTTERSTOCKIlustrasi garis polisi.

PADANG, KOMPAS.com - Seorang pria berinisial RI berusia 40 tahun di Kota Padang Sumatera Barat diduga tega menghabisi nyawa ibu yang berinisial Y dan anaknya EA, Selasa (6/10/2020) malam.

Pelaku dan korban Y memiliki hubungan ipar.

Pelaku menghabisi nyawa korban karena kesal anak pelaku ditegur oleh korban.

"Anak pelaku ditegur korban karena kotoran berserakan di rumah. Pelaku dan korban tinggal satu rumah. Pelaku kesal dengan korban yang menegur anaknya, " ujar Kasat Reskrim Polresta Padang, Rico Fernanda yang dihubungi melalui telepon, Rabu (7/10/2020).

Baca juga: Berontak Hendak Diperkosa Saat Numpang Mandi, Wanita Ini Tewas Tercebur Sumur

Pelaku yang kesal, kemudian menusukan gunting kepada korban Y dan anaknya EA beberapa kali. Korban sempat dibawa ke rumah sakit namun akhirnya meninggal dunia.

"Setelah mendapat informasi, pihak kepolisian langsung menangkap pelaku dan mengamankan barang bukti berupa gunting yang digunakan untuk menusuk korban, " sambungnya.

Pelaku sendiri bisa terancam hukuman mati karena juga membunuh anak-anak. Untuk pembunuhan anak-anak tersebut akan diserahkan ke bagian perlindungan perempuan dan anak.

"Pelaku dan barang bukti sudah kami bawa ke Polresta Padang. Kami akan melakukan penyelidikan lebih dalam. Pelaku bisa dihukum seumur hidup, " ungkapnya.

Baca juga: Wanita Disabilitas Dicabuli Saat Mau Buang Air Besar di Toilet Mushala



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X