Kompas.com - 07/10/2020, 13:54 WIB
Demo menolak UU Cipta Kerja di Bandung, Jawa Barat, berujung ricuh, Selasa (6/10/2020). KOMPAS.com/AGIE PERMADIDemo menolak UU Cipta Kerja di Bandung, Jawa Barat, berujung ricuh, Selasa (6/10/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago menyebutkan bahwa sejumlah orang yang diamankan dalam kericuhan kelompok yang belum diketahui identitasnya itu bukan 10 orang melainkan hanya sembilan orang.

Adapun kesembilan orang tersebut berstatus sebagai mahasiswa.

"Ada sembilan totalnya. Ini akumulasi dari tadi malam jadi ada beberapa yang diamankan, itu mahasiswa," kata Erdi di Mapolrestabes Bandung, Rabu (7/10/2020).

Saat ini kesembilan orang itu masih dilakukan pendalaman terkait keterlibatannya dalam kericuhan yang terjadi Selasa (6/10/2020) malam kemarin.

"Masih didalami bagaimana keterlibatannya," ujar Erdi.

Baca juga: Polisi Duga Kelompok Anarko Susupi Demo Tolak UU Cipta Kerja di Banten hingga Ricuh

Dikatakan, upaya pembubaran yang dilakukan polisi kemarin malam lantaran pendemo melebihi batas waktu yang telah disepakati bersama, saat melakukan unjuk rasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kemarin itu adalah ketika jam untuk demo itu sudah berakhir pukul 18.00 WIB, jadi Polrestabes di-backup oleh Polda melakukan pendorongan untuk pembubaran massa, jadi intinya kota Bandung aman," ucap Erdi.

Namun aksi tersebut berujung ricuh, kelompok yang tidak diketahui identitasnya itu melakukan pelemparan ke arah petugas hingga perusakan fasilitas umum.

Baca juga: Demo di Bandung Ricuh dan Mencekam, Mobil Polisi Dirusak

Erdi menyebut berdasarkan data yang didapatkannya ada beberapa fasilitas umum dan kendaraan yang dirusak.

Seperti diketahui, di media sosial beredar video sekelompok orang melakukan perusakan terhadap satu unit mobil kendaraan aparat kepolisian yang bertuliskan "covid hunter" dengan menginjak-injaknya dan melemparnya dengan batu.

"Untuk sementara hanya fasilitas umum saja ya, seperti pot dan sebagainya kemudian ada kendaraan," ucap Erdi.

Terkait kelompok yang melakukan tindakan anarkis itu, polisi sampai saat ini masih melakukan pendalaman. "Ini sedang didalami," ucapnya.

Baca juga: Ini Pemicu Kericuhan Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bandung

 

Diberitakan sebelumnya, sekelompok massa yang belum diketahui identitasnya melakukan pelemparan dan perusakan fasilitas umum dan kendaraan kepolisian saat melakukan demo penolakan UU Cipta Kerja di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jabar, Selasa (6/10/2020).

Mengingat waktu aksi telah habis, polisi melakukan pembubaran, memukul mundur aksi dengan lontaran gas air mata.

Massa aksi sempat melakukan perlawanan dengan melakukan pelemparan, meski begitu polisi terus menekan hingga akhirnya kelompok tersebut pun berlarian ke berbagai arah.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.