Demo Tolak UU Cipta Kerja di Palembang, Polisi Amankan 70 Orang Diduga Penyusup

Kompas.com - 07/10/2020, 13:48 WIB
Seorang diduga penyusup ke massa aksi demo Omnibus Law di Palembang saat diamankan pihak kepolisian,  Rabu (7/10/2020). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRASeorang diduga penyusup ke massa aksi demo Omnibus Law di Palembang saat diamankan pihak kepolisian, Rabu (7/10/2020).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Sebanyak 70 orang diduga penyusup diamankan Polrestabes Palembang, saat aksi demo penolakan omnibus law UU Cipta Kerja yang berlangsung di Jalan Pom VIIII, tepatnya di depan gadung DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (7/10/2020). 

Pantauan dilapangan, pihak kepolisian sebelum massa aksi demo tiba menyisir seluruh persimpangan jalan serta kawasan lorong di sekitar lokasi demo. 

Hasilnya, banyak pemuda bebaju hitam diamankan petugas. 

Baca juga: Polisi Duga Kelompok Anarko Susupi Demo Tolak UU Cipta Kerja di Banten hingga Ricuh

Bahkan, ketika para massa aksi yang seluruhnya adalah Mahasiswa sempat disusupi oleh pria berbaju hitam. Pihak kepolisian pun langsung dengan cepat mengeluarkan penyusup tersebut. 

"Adik-adik, teman-teman sekalian mohon dijaga barisannya. Kalau ada orang tak dikenal masuk cepat lapor ke kita, sudah ada 70 orang penyusup kita amankan dari tadi,"kata Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setiyadji didepan massa aksi. 

Mahasiswa yang mendengar ucapan Kapolrestabes pun nampak tetap berdiri tegak di depan pintu pagar gedung DPRD Provinsi Sumsel.

Sehinga, pria melati tiga ini kembali memberikan penjelasan. 

"Yang kita amankan itu ada yang membawa sajam dan air keras. Mohon jangan tutup jalan, awasi barisan kalian," ujar Anom. 

Baca juga: Wakil Wali Kota Bandung Sayangkan Demo Buruh Merusak Taman Cikapayang

Mendengar perkataan itu, para mahasiswa kembali maju ke depan perempatan simpang DPRD dengan membawa mobil komando. 

Sepanjang jalan mereka tetap menerikan yel-yel penolakan RUU Cipta Kerja. 

Hingga berita ini diturunkan ribuan mahasiswa masih berada di perempatan simpang DPRD Sumsel untuk berorasi.

Akibatnya lalu lintas di sekitar jalan Pom VIIII pun kini menjadi macet.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X