Seorang Wanita Tewas Tercebur ke Sumur karena Kaget Hendak Diperkosa

Kompas.com - 07/10/2020, 09:20 WIB
Ilustrasi THINKSTOCK.COMIlustrasi

 

MEDAN, KOMPAS.com - NP (41), tersangka dalam kasus temuan mayat perempuan mengapung di sumur warga di Jalan WR Supratman, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu, sempat menunggu kemunculan korban dari dalam sumur selama 1 jam, dalam keadan panik.

Namun kemudian, tersangka berpura-pura mencari korban yang hendak diperkosanya itu dan sempat kembali bekerja di sebuah kafe, tak jauh dari Tugu Adipura.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deny Kurniawan mengatakan, awalnya tersangka dan korban tidak saling mengenal.

Tersangka bertemu dengan korban pada Minggu (4/10/2020) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Baca juga: Bermain Petak Umpet, Seorang Bocah di Ragunan Tercebur Sumur

 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepada tersangka, korban mengaku ingin menumpang mandi lalu dibawa ke rumah orangtua tersangka, tak jauh dari Tugu Adipura itu.

Pekerja di sebuah kafe itu juga sempat menggelarkan tikar untuk istirahat bagi korban. 

"Di rumah itu ada orangtua dan adik tersangka yang tahu kehadiran korban di situ," katanya ketika dikonfirmasi melalui telepon pada Selasa (6/10/2020). 

Pada saat itu, orang tua tersangka menyuruh adiknya untuk membeli gas untuk masak.

Ketika itu korban sedang berada di dalam kamar mandi.

Mengetahui rumahnya kosong, tersangka mengintip korban yang sedang mandi dan muncul niat untuk menyetubuhinya.

Tersangka mencoba mendorong pintu yang ternyata tidak dikunci oleh korban. Ketika korban selesai mandi dan berganti pakaian, tersangka memeluknya dari belakang. Korban reflek menginjak kursi pendek lalu masuk sumur. 

"Kurang lebih 1 jam tersangka menunggu di dalam kamar mandi. Selama 1 jam itu, korban tidak keluar dari dalam sumur, kemudian tersangka keluar sambil berpura-pura kepada kakaknya, 'Kamu lihat gak perempuan keluar dari dalam kamar mandi'. Kakaknya bilang tidak ada. Kemudian tersangka keluar lagi seolah-olah mencari korban," katanya. 

Setelah berpura-pura mencari keberadaan korban, tersangka kembali ke rumah dan pada malam harinya sempat bekerja seperti biasa.

Korban diketahui mengapung di dalam sumur oleh adik tersangka pada Senin (5/10/2020) sekitar pukul 04.30 WIB kemudian melaporkannya ke polisi.

Setelah mendapat laporan, polisi turun ke lokasi dan mengumpulkan informasi.

Setelah mengumpulkan informasi di lapangan dan alat-alat bukti yang ada, maka pihaknya menetapkan NP sebagai tersangka. 

"Kita kenakan pasal 359 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara karena lalainya mengakibatkan orang meninggal dunia," katanya. 

Identitas korban

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deny Kurniawan mengakui pihaknya sempat kesulitan mengungkap jati diri korban karena tidak ada satu pun identitas yang melekat.

Saat bertemu dengan tersangka, korban hanya membawa satu kantong plastik berisi satu stel pakaian untuk ganti.

"Berdasaarkan sidik jari pada mayat, didapatkan informasi korban atas nama Rochayani, umur sekitar 43 tahun, pekerjaan mengurus rumah tangga, alamat Jalan Karang Jawa, Nomor 68, RT 10, Kalimantan Timur," katanya. 

Penyebab kematian

Denny menjelaskan, dari hasil analisis,  penyebab kematian korban karena di dalam paru-parunya terdapat banyak air.

Kemungkinan, kata dia, korban terbentur kemudian tak sadarkan diri di dalam sumur sehingga paru-parunya kemasukan banyak air.

"Kita tidak tahu seberapa dalam sumurnya. Bibir sumur hanya 40 cm dan korban mengambang," katanya. 

Diberitakan sebelumnya, Rochayani ditemukan tewas mengapung di sumur warga di Jalan WR Supratman, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu pada Senin (5/10/2020) pagi.

Identitas korban diketahui sidik jarinya diperiksa.

Berdasarkan penelusuran polisi, korban dibawa ke rumah itu oleh tersangka NP yang bertemu di Tugu Adipura, tak jauh dari tempat penemuan korban mengapung di sumur. 

Baca juga: Kronologi Ditemukannya Mayat Sekretaris yang Hamil di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit, Tubuh Penuh Luka

Saat rumah tersebut dalam keadaan kosong, ternyata korban sedang berada di dalam kamar mandi.

Tersangka mengintip lalu muncul keinginan untuk menyetubuhinya.

Tersangka masuk ke kamar mandi yang pintunya tidak dikunci. Tersangka memeluk korban dari belakang.

Korban kaget lalu menginjak kursi pendek di dalam kamar mandi tersebut lalu masuk ke dalam sumur tersebut.  



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X