Alasan Polisi Bubarkan Unjuk Rasa Mahasiswa hingga Berujung Bentrok di Banten

Kompas.com - 07/10/2020, 06:02 WIB
Aksi unjuk rasa tolak omnibus law berakhir ricuh antara mahasiswa dengan polisj KOMPAS.com/RASYID RIDHOAksi unjuk rasa tolak omnibus law berakhir ricuh antara mahasiswa dengan polisj

SERANG, KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Geger Banten menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja berakhir bentrok dengan pihak kepolisian.

Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar menyebutkan, pihak kepolisan membubarkan secara paksa aksi unjuk rasa karena sudah melewati batas waktu yang ditentukan.

"Kita sudah melakukan langkah langkah persuasi sampai jam 18.00 WIB kita beri kesempatan. Padahal, berdasarkan UU ada tidak permberitahuan? Jangan kan jam 18.00, seketika dibubarkan juga bisa," jelasnya.

Baca juga: Unjuk Rasa Mahasiswa di Banten Berakhir Ricuh, Pejabat Polisi Terluka

 

Menurut Fiandar, pihak kepolisian sudah meminta mahasiswa untuk membubarkan diri. Namun mereka bersikukuh untuk tetap melanjutkan aksi.

Akhirnya, pihak kepolisian melakukan tindakan tegas karena terjadi perlawanan dari mahasiswa dengan melemparkan kembang api.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat dibubarkan mereka melakukan pelemparan menggunakan petasan, mercon, melempari batu dan sebagainya ke arah kami," kata Fiandar.

Saat dipukul mundur, mahasiswa masuk ke kampus UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten. Namun, mereka masih tetap melakukan perlawanan.

Baca juga: Buruh Banten Tak Diizinkan Polisi ke DPR Ikut Aksi Tolak RUU Cipta Kerja

Bahkan, hingga pukul 22.30 WIB, berbagai upaya dilakukan oleh pihak kepolisan dengan mendatangkan pimpinan kampus untuk melakukan negosiasi.

"Pembantu rektor untuk imbau ke mereka membubarkan diri, tapi tidak mau. Jadi terakhir tadi kita melakjkan upaya paksa dengan pembubaran," tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X