Penertiban Alat Peraga Kampanye di Riau Sempat Diwarnai Protes

Kompas.com - 05/10/2020, 23:52 WIB
Aksi protes dilakukan oleh simpatisan paslon saat petugas Bawaslu melalukan penertiban alat peraga kampanye yang melanggar aturan di Riau.Senin (5/10/2020). Dok.Bawaslu Riau CITRA INDRIANIAksi protes dilakukan oleh simpatisan paslon saat petugas Bawaslu melalukan penertiban alat peraga kampanye yang melanggar aturan di Riau.Senin (5/10/2020). Dok.Bawaslu Riau

PEKANBARU, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau menertibkan alat peraga kampanye (APK) yang melanggar aturan.

Penertiban sempat diwarnai aksi protes serta adu agumentasi dengan simpatisan dan tim dari pasangan calon kepala daerah.

Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan mengatakan, Bawaslu se-Provinsi Riau telah menertibkan 11.890 baliho dan spanduk calon bupati/wali kota dan wakilnya selama masa kampanye.

Baca juga: Budidaya 1,5 Juta Bibit Sawit Unggul di Riau, Apa Manfaatnya?

Ia menyatakan bahwa APK itu ditertibkan karena tidak sesuai dengan aturan.

Penertiban ini secara serentak dimulai pada 30 September hingga 4 Oktober 2020.

"Pelaksanaan penertiban APK paslon bupati dan wali kota serta wakilnya di 9 kabupaten dan kota di Riau, dilakukan Bawaslu bersama jajaran Panwaslu Kecamatan dan jajaran PKD serta melibatkan Satpol PP didampingi pihak kepolisian di masing-masing daerah," sebut Rusidi kepada wartawan, Senin (5/10/2020).

Baca juga: Terpidana Mati Cai Changpan Sempat Belanja dan Mengobrol dengan Warga

Dia mengatakan, selama penertiban dilakukan, secara umum berjalan dengan lancar.

Namun, terdapat beberapa penolakan seperti di Kabupaten Rokan Hulu.

Penolakan dilakukan dari tim paslon nomor urut 01 dan 02.

"APK dipasang di sepanjang jalan protokol, seperti di Kecamatan Rambah, Rambah Samo dan Ujung Batu. Namun, penertiban tetap dilaksanakan setelah dilakukan pendekatan secara persuasif sesuai regulasi yang ada," kata Rusidi.

Selain itu, penolakan saat penertiban APK juga terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Salah satu ketua tim pasangan calon nomor urut 01 melakukan komplain.

Tim paslon 01 tidak terima karena merasa hanya APK mereka saja yang diterbitkan.

Sedangkan, mereka merasa APK paslon nomor urut 04 Hasyim-Abdul Rauf, tidak ditertibkan.

"Bawaslu Kepulauan Meranti kemudian menjelaskan bahwa status Hasim-Abdul Rauf waktu itu masih bersatus bakal calon dan belum ditetapkan menjadi calon, karena positif Covid-19. Maka APK-nya belum ditertibkan," kata Rusidi.

 

Sebelum penertiban, Bawaslu kabupaten dan kota sebenarnya telah mengirimkan surat  kepada masing-masing paslon, agar menurunkan atau membuka sendiri APK yang tidak sesuai dengan aturan tersebut.

Namun, aturan itu tidak dilaksanakan oleh tiap paslon.

Adapun APK yang paling banyak ditertibkan berada di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Pelalawan sebanyak 3.503 dan di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 1.825 APK.

Sedangkan yang paling sedikit di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sebanyak 503 APK dan Kabupaten Bengkalis dengan 669 APK.

Selebihnya yakni 1.308 APK di Kabupaten Rokan Hulu; 1.216 APK di Kabupaten Kepulauan Meranti; dan 1.092 di Kabupaten Siak.

Kemudian, 928 APK di Kota Dumai; dan 846 APK di Kabupaten Indragiri Hulu.

Pelaksanaan penertiban diutamakan di sekitar perkantoran pemerintah hingga ke beberapa ruas jalan protokol di kabupaten dan kota.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Regional
Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X