Tak Pakai Masker, Warga Karanganyar Didenda Rp 20.000 hingga "Push Up"

Kompas.com - 05/10/2020, 14:29 WIB
Kepala Satpol PP Karanganyar, Yophy Eko Wibowo. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKepala Satpol PP Karanganyar, Yophy Eko Wibowo.

KARANGANYAR, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar, Jawa Tengah, memberlakukan sanksi denda bagi warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Warga yang tertangkap petugas Satgas Penanganan Covid-19 tidak memakai masker atau tidak mematuhi protokol kesehatan didenda Rp 20.000.

"Ada tiga sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. Teguran kemudian administrasi. Suruh milih, bayar denda (uang Rp 20.000), menyanyikan lagu wajib, dan hukuman fisik berupa push up," kata Kepala Satpol PP Karanganyar Yophy Eko Wibowo di Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (5/10/2020).

Baca juga: Usai Resepsi, Pasangan Pengantin di Karanganyar Positif Covid-19

Dia mengatakan, pelanggar yang membayar denda uang tersebut akan mendapat masker sebanyak dua buah.

Masker itu diharapkan bisa dipakai pada saat pergi atau keluar rumah.

Sedangkan lagu wajib yang dinyanyikan pelanggar protokol kesehatan adalah Garuda Pancasila, Bagimu Negeri, Bendera Merah Putih, Dari Sabang Sampai Merauke, Gugur Bunga dan lainnya.

"Setelah satu bulan kita melaksanakan operasi gabungan dengan Jajaran Polres dan Kodim itu sudah ada peningkatan kesadaran masyarakat. Cuma ada satu dua yang mandel. Ini (sanksi denda) untuk mengantisipasi yang bandel-bandel tersebut," terang dia.

Baca juga: Nomor Pribadi Bupati Karanganyar Dibajak Orang Tak Dikenal untuk Minta Uang

Sanksi administrasi ini sebagai langkah persuasif pemerintah untuk mengingatkan sekaligus menyadarkan warga disiplin menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Sebab, disiplin memakai masker pada saat bepergian atau keluar rumah merupakan tanggung jawab warga.

"Yang jelas kita ingin persuasif masyarakat sadar bahwa ini kebutuhan mereka. Jangan memakai masker karena ada operasi, ada petugas. Tapi betul-betul sadar ini untuk mencegah," terang dia.

Dijelaskan, sanksi ini berlaku tidak hanya bagi warga, namun juga bagi pelaku usaha. Jika ada rumah makan yang tidak menerapkan protokol kesehatan, penjual akan diskorsing dan usahanya ditutup selama satu malam.

"Pasar maupun toko modern melayani pembeli tidak memakai masker nanti kita minta tutup dulu satu hari," kata dia.

Lebih jauh, dari hasil pemetaan pelanggaran protokol kesehatan paling banyak ditemukan di kawasan pasar tradisional. Padahal, pasar menjadi sumber penularan Covid-19 berisiko tinggi.

"Kita mendorong dinas pasar agar benar-benar menerapkan protokol kesehatan kepada pedagang," kata Yophy.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Regional
Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Regional
Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Regional
Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Regional
Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Regional
Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X