Diduga Tertular dari Pasien, 3 Dokter dan 4 Perawat di RSUD Bima Positif Covid-19

Kompas.com - 05/10/2020, 11:20 WIB
Ilustrasi Covid-19 Shutterstock/PetovargaIlustrasi Covid-19

BIMA, KOMPAS.com - Tiga dokter dan empat perawat di RSUD Bima, NTB, dinyatakan positif corona. Hal itu diketahui setelah hasil swab mereka keluar, Minggu (04/10/2020).

Tenaga medis yang menjadi garda terdepan itu diduga terpapar saat merawat pasien di rumah sakit setempat.

Saat ini, ketujuh orang itu harus diisolasi agar tidak menular kepada yang lain.

Juru bicara RSUD Bima, dr Akbar membenarkan adanya sejumlah tenaga kesehatan di rumah sakit setempat yang terinfeksi virus corona.

"Tujuh nakes yang tepapar Covid-19 ini terdiri dari tiga dokter dan empat perawat. Mereka ini kemungkinan tertular dari pasien yang ditangani," kata dr Ikbal, saat dihubungi Kompas.com, Senin (5/10/2020).

Baca juga: 523 Kasus Aktif Covid-19 di NTB, Pemprov Jamin Ruang Isolasi Masih Mencukupi

Ia mengungkapkan, mereka yang terindikasi positif Covid-19 justru bukan merupakan para tenaga kesehatan yang bersentuhan langsung dengan pasien yang positif Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia mengatakan, mereka mayoritas bekerja di ruang ICU yang merawat pasien non reaktif dengan gejala klinis menyurupai Covid-19.

"Pasien yang dirawat di ICU jelas sudah menjalani pemeriksaan rapit test, semuanya non teaktif," tutur dia.

Akbar menyebutkan, para dokter dan perawat yang positif Covid-19 itu berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Karena tak memiliki gejala klinis, mereka kini melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Alhamdulillah, mereka dalam keadaan stabil dan tanpa gejala," tutur dia.

Dengan adanya kasus positif baru ini, ruangan ICU di RSUD Bima tempat bekerja tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19 ditutup sementara, untuk dilakukan sterilisasi dan penyemprotan disinfektan.

Untuk sementara, layanan perawatan pasien dialihkan keruangan lain yang sudah disiapkan pihak rumah sakit.

"Sementara ini, pelayananan bagian ICU dialihkan ke ruangan lain yang sudah dilengkapi dengan peralatan penunjang," ujar dia.

Meski ada nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19, Akbar memastikan pelayanan di RSUD Bima tetap berjalan normal dengan menerapkan protokol kesehatan.

Namun, ia mengingatkan agar semua masyarakat mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19.

Baca juga: 2 Rumah di Bima Ludes Terbakar, Satu Penghuni Tewas Terpanggang

Sebab, pandemi global ini bisa menyerang siapa saja, termasuk tenaga kesehatan.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat yang berobat ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan untuk jujur dengan menyampaikan segala sesuatunya kepada petugas yang memeriksa.

Hal ini untuk mencegah terulangnya tenaga medis yang tertular virus corona.

Namun, ketika pasien tak terbuka terkait dengan kondisi kesehatannya, hal ini bisa memicu penularan dari pasien ke petugas medis.

"Rumah sakit tentunya banyak pasien dengan berbagai penyakit yang datang. Apalagi akhir-akhir ini pasien banyak yang menolak protokol Covid. Pasien dan keluarga pasien sering kali tidak terbuka terkait riwayat penyakit ketika menjalani pemeriksaan," pungkas dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.