Kompas.com - 03/10/2020, 14:46 WIB
Sulkifli, calon prajurit seleksi TNI AL saat hendak menyandarkan perahunya di Mako Lantamal VI TNI AL. Dok Dinas Penerangan Lantamal VISulkifli, calon prajurit seleksi TNI AL saat hendak menyandarkan perahunya di Mako Lantamal VI TNI AL.

KOMPAS.com- Pagi buta itu, bunyi dayung beradu dengan air laut memecah kesunyian.

Di atas perahu tradisional (ketinting), Sulkifli, anak nelayan dari Kabupaten Maros, mengarungi luasnya lautan.

Demi sebuah asa, Sulkifli rela mengayuh perahunya sejauh 17 kilometer.

Ia mengejar mimpi menjadi seorang tentara.

Baca juga: Demi Cita-cita Jadi Prajurit TNI, Pemuda ini Kayuh Perahu Sejauh 17 Km

Bercita-cita menjadi TNI AL

Ilustrasi TNIKOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Ilustrasi TNI
Sosok prajurit negara adalah impian Sulkifli sejak kecil.

Keinginannya semakin menguat ketika ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih-lebih di kampung tempat Sulkifli tinggal, belum ada satu pun orang yang menjadi TNI AL.

"Saya bercita-cita untuk menjadi prajurit TNI AL karena ingin mengabdi kepada negara melalui laut," kata pemuda 18 tahun itu.

"Dan juga untuk membanggakan kedua orangtua di kampung, yang kebetulan di kampung saya ini belum ada yang menjadi seorang prajurit TNI AL," lanjut Sulkifli dengan mata berbinar.

Baca juga: Pakai GPS, Sulkifli Kayuh Perahu Sejauh 17 Km untuk Daftar Jadi Anggota TNI AL, Ini Kisahnya

 

IlustrasiPexels Ilustrasi
Berangkat pagi buta, membelah lautan sejauh 17 km

Tinggal di desa terpencil di Kabupaten Maros, tak menyurutkan langkah Sulkifli menggapai asa.

Sulkifli pun teguh mengikuti tes seleksi TNI AL yang digelar di Kota Makassar.

Namun ia tak sampai hati merepotkan orangtuanya yang seorang nelayan, jika harus menempuh perjalanan darat.

Satu-satunya cara, Sulkifli harus membelah lautan sejauh 17 kilometer dari Maros menuju lokasi tes.

Ditemani perahu ketinting, Sulkifli berupaya menggapai cita-citanya.

"Naik perahu start setengah 5 subuh tiba pas jam 6. Kira-kira satu jam setengah. Pakai GPS saja ke sana," kata dia.

Baca juga: Mata Berkaca-kaca Menahan Tangis, Kasat Sabhara Blitar: Istriku, Kita Masih Bisa Makan dengan Garam

Beberapa langkah lagi

Ilustrasi laut, samudra Ilustrasi laut, samudra
Langkah Sulkifli tak mudah. Ia harus bersaing dengan 1.200 pendaftar yang sama-sama mengikuti tes di Mako Lantamal IV Makassar.

Sulkifli telah melalui sejumlah tes. Tinggal beberapa langkah lagi, pemuda itu meraih mimpinya.

Terakhir dia dinyatakan lulus dalam tahap tes kesehatan.

Kini, Sulkifli harus bersaing dengan 300 calon prajurit lain.

"Semoga perjuangan ini tidak sia-sia. Sampai dinyatakan lulus semua tahapan. Sekarang sisa 300 orang. Banyak yang jatuh di tes kesehatan," kata Sulkifli.

Baca juga: Tanda Tanya di Balik Padamnya Api Abadi Mrapen yang Baru Pertama Kali Terjadi

 

Tentara.Thinkstock Tentara.
Menjadi inspirasi

Kerja keras Sulkifli mendayung setiap pagi buta menuju lokasi tes rupanya mendapatkan perhatian dari Panitia Daerah Makassar.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Lantamal VI Kapten Laut (KH) Suparman Sulo berharap, keberadaan Sulkifli, pemuda dari desa terpencil itu menginspirasi.

Dia ingin, perjuangan Sulkifli bisa menjadi motivasi pemuda lainnya demi mewujudkan cita-cita.

Sulkifli menunjukkan, asa harus diraih dengan kerja keras dan perjuangan.

"Semoga apa yang dilakukan Sulkifli ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak bangsa yang lain mengejar cita-citanya," kata Suparman.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Makassar, Himawan | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X