Fakta di Balik Aksi Vandalisme di Mushala, Pelaku Alami Depresi dan Sering Nonton Konten Agama di YouTube

Kompas.com - 03/10/2020, 08:27 WIB
Warga Perumahan Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang dihebohkan dengan aksi 
vandalisme yang dilakukan orang tidak dikenal di Mushala Darussalam, Selasa (29/9/2020) sore. Dok. IstimewaWarga Perumahan Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang dihebohkan dengan aksi  vandalisme yang dilakukan orang tidak dikenal di Mushala Darussalam, Selasa (29/9/2020) sore.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Aksi vandalisme yang terjadi di mushala Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Selasa (29/9/2020) sore membuat heboh warga.

Pasalnya, pelaku nekat mencoret-coret dinding, merobek Al Quran, hingga memotong kabel pengeras suara di tempat ibadah tersebut.

Mendapat laporan itu, polisi langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku.

Pelaku diketahui seorang pemuda desa setempat berinisial SKN (18) yang rumahnya tak jauh dari mushala tersebut.

Baca juga: Fakta Terbaru Ungkap Motif Pelaku Vandalisme di Mushala

Alami depresi

Dalam melakukan pemeriksaan kepada pelaku, polisi juga menggandeng psikolog.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan itu, pelaku diketahui mengalami depresi. Sehingga aksi yang dilakukan tersebut dilakukan pelaku sebagai bentuk pelampiasan emosi.

"Tersangka melakukan perbuatannya tersebut karena tertekan, dilarang keluar rumah oleh orangtua tersangka setiap hari, sehingga tersangka emosi dan melampiaskan kekesalan dengan cara perbuatan tersebut," kata Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam Indardi kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (2/10/2020).

Baca juga: Pelaku Vandalisme di Mushala Sering Nonton Konten Agama di YouTube

Selain itu, dorongan pelaku melakukan tindakannya tersebut juga karena sering menonton konten agama di YouTube.

"Tersangka juga sering melihat YouTube tentang perjuangan nabi dan juga tentang sejarah perkembangan Islam di Turki. Jadi dia meyakini apa yang dia lakukan kemarin itu benar," terangnya.

Keterangan keluarga pelaku

Ade mengatakan, keterangan yang didapat dari keluarganya, pelaku ternyata sudah mulai mengalami gangguan kejiwaan tersebut sejak duduk di bangku SMP.

Sejak saat itu, beragam cara sudah dilakukan orangtuanya untuk membantu kesembuhan pelaku, mulai hipnoterapi, rukiyah, hingga pendekatan dengan sering beribadah.

Bahkan, pelaku juga dilarang keluar rumah sendiri tanpa didampingi orangtuanya.

Alasannya, orangtua khawatir dengan kondisi pelaku.

Baca juga: Dihadirkan Saat Konferensi Pers, Pelaku Vandalisme Mushala Menangis Sesenggukan

Sebab, selama ini pelaku dianggap kesulitan mengendalikan emosi dan memiliki dorongan untuk melakukan aksi kekerasan cukup tinggi.

"Jadi apa yang dilakukan ( vandalisme di mushala) merupakan pelampiasan kekesalan terhadap orang-orang di sekitar yang mengucilkan, menghindarinya," kata Ade.

Jadi tersangka

Meski pelaku mengalami depresi saat melakukan aksi tersebut, namun polisi tetap akan memprosesnya secara hukum.

Bahkan, statusnya saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Ia dijerat dengan Pasal 156 KUHP dan atau 156 (a) KUHP.

Pasal tersebut disangkakan karena pelaku dianggap melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan permusuhan ataupun penodaan terhadap agama sehingga dapat menimbulkan perasaan permusuhan kebencian atau penghinaan terhadap suatu golongan ataupun beberapa golongan.

Adapun barang bukti yang diamankan, antara lain piloks warna hitam, lakban, sarung gunting, korek, dan Al Quran yang dicoret-coret piloks dan disobek oleh pelaku.

Penulis : Kontributor Banten, Acep Nazmudin | Editor : Abba Gabrillin



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X