Hati Jenderal Bintang Dua Tersentuh Lihat Semangat Yesi Bersekolah meski Hanya Punya Satu Kaki

Kompas.com - 03/10/2020, 06:00 WIB
Stenly Yesi Ndun, bocah berusia tujuh tahun yang memiliki satu kaki, saat memakai tongkat untuk ke sekolah KOMPAS.COM/SIGIRANUS MARUTHO BEREStenly Yesi Ndun, bocah berusia tujuh tahun yang memiliki satu kaki, saat memakai tongkat untuk ke sekolah

KOMPAS.comStenly Yesi Ndun tampak malu-malu saat menerima hadiah kaki palsu dari Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif, Jumat (2/10/2020).

Yesi merupakan bocah tujuh tahun asal Desa Tuapanaf, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, NTT, yang setiap hari berjalan kaki sejauh satu kilometer dengan tongkat untuk pergi ke sekolah.

Yesi merupakan siswa SD yang hanya memiliki satu kaki sejak lahir. Dia bermimpi memiliki kaki palsu sebagai pengganti kakinya.

Mimpi itu kini terwujud. Kapolda NTT Lotharia yang mendengar kisah dan semangat Yesi bersekolah, memutuskan untuk memberikan bocah itu kaki palsu.

Baca juga: Kisah Bocah SD dengan Satu Kaki, Berjalan Pakai Tongkat Sejauh Satu Kilometer untuk Bersekolah

"Setelah mengetahui informasi ini, saya langsung merespons dan kepada Kabiddokes, saya bilang ini adalah anak kita yang perlu mendapat perhatian," kata Lotharia.

Tak pernah minder

Fisik yang tak sempurna, tak membuat Yesi minder dalam pergaulan. Di lingkungan rumah maupun sekolah, dia diterima.

Namun, memang ada perlakuan khusus yang diberikan pihak sekolah kepada Yesi.

Baca juga: Bocah SD yang Berjalan 1 Km ke Sekolah Pakai Tongkat Akhirnya Dapat Kaki Palsu

Jika ada apel atau olahraga, Yesi diminta duduk di ruangan kelas sambil belajar.

Untuk melindungi Yesi, pihak sekolah setiap hari memberi arahan ke semua pelajar agar memperlakukan Yesi dengan baik.

Buktinya, hingga kini Yesi rajin ke sekolah meski dengan fisik yang tak sempurna. Ia bahkan bermain layaknya anak-anak normal.

 

“Yesi itu anaknya pintar, semua pelajaran atau tugas yang diberi selalu ia kerjakan sendiri,” ujar Kepala Sekolah SDN Bijaesahan, Dortiana Karice Mau.

Stenly Yesi Ndun, saat menerima bantuan kaki palsu dari Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia LatifKOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE Stenly Yesi Ndun, saat menerima bantuan kaki palsu dari Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif

Melihat kondisi Yesi, pihak sekolah sempat berkoordinasi dengan dinas sosial agar Yesi disekolahkan di SLB.

Namun, niat baik itu ditolak kakek dan nenek Yesi. Mereka ingin Yesi tetap bersama mereka meski hidup serba kesulitan.

“Yesi punya kembar dan kakeknya tidak mau mereka dipisahkan,” sebut dia.

Tinggal bersama nenek dan kakek

Sejak berumur tiga tahun, Yesi, saudari kembarnya, Stela Ndun, serta saudara kandungnya yang lain tinggal bersama kakek dan neneknya.

Himpitan ekonomi membuat kedua orangtua Yesi harus merantau ke Kalimantan.

Meski fisiknya tak sempurna, bocah ini tetap semangat ke sekolah menggunakan tongkat dari kayu. Kayu itu ia gunakan sebagai pengganti kakinya.

Saban hari, ia berjalan sejauh satu kilometer bersama sejumlah teman ke sekolah.

Bocah kelas satu SDN Bijaesahan ini bermimpi punya kaki palsu. Namun, orangtuanya yang hanya sebagai buruh kasar di Kalimantan tak memiliki dana.

Di rumah berdinding kayu, Yesi dan tiga saudara kandungnya hidup bersama kakek dan neneknya.

 

Selain Yesi dan dua saudaranya, ada empat cucu lain yang dirawat pasutri lansia ini.

“Kami sudah tua, tak mampu kerja lagi. Setiap bulan ayah Yesi kirim uang Rp 500.000 untuk kebutuhan hidup kami semua di rumah,” ujar nenek Yesi, Ursula Takaep (60), kepada sejumlah wartawan, Senin (21/9/2020).

Ursula memiliki empat anak laki-laki yang semuanya di tanah rantau, termasuk ayah Yesi.

Setiap hari, ia sendiri yang mengurus ke delapan cucunya. Suaminya, Bernabas Ndun (84), sudah lama mengalami sakit karena faktor usia.

Untuk menanggung kebutuhan hidup setiap hari, ia hanya berharap bantuan PKH dari pemerintah.

Uang itu dia sisihkan untuk kebutuhan makan dan minum hingga keperluan sekolah delapan cucunya. (Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere | Editor Robertus Belarminus)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X