Kompas.com - 02/10/2020, 22:21 WIB
Ilustrasi kebakaran SHUTTERSTOCKIlustrasi kebakaran

KUPANG, KOMPAS.com - Sejumlah keluarga dan pasien Rumah Sakit Leona Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), berlarian keluar ruangan untuk menyelamatkan diri, Jumat (2/10/2020) malam.

Hal itu terjadi, lantaran pendingin ruangan (AC) yang berada di lantai lima rumah sakit tersebut terbakar dan mengeluarkan gumpalan asap.

Hal itu dibenarkan Wakil Kepala Kepolisian Resor Kupang Kota Kompol Didik Kurnianto, saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat (2/10/2020) malam.

Baca juga: Sebuah Mobil Avanza di Kediri Terbakar Saat Antre BBM

Didik menuturkan, berdasarkan keterangan saksi mata berinisial YM (24), kejadian itu bermula ketika saksi sedang berada lantai dua Rumah Sakit Leona.

"Saksi melihat beberapa pengunjung rumah sakit turun dari lantai tiga sambil berteriak adanya kebakaran," kata Didik.

Saat itu, saksi melihat dari jendela, gumpalan asap pada lantai lima.

Kemudian, saksi langsung memanggil sekuriti dan memberitahukan ada kebakaran itu.

Tak berselang lama, saksi dan sekuriti Rumah Sakit Leona, langsung mengambil alat pemadam api ringan dan menuju ke lantai lima dan memadamkan api pada salah satu AC yang terbakar.

Baca juga: Lagi, 4 Anggota TNI di NTT Positif Covid-19

Kemudian, pada pukul 20.02 Wita, tim Pemadam kebakaran Kota Kupang tiba di lokasi, namun api sudah berhasil di padamkan oleh petugas sekuriti rumah sakit.

"Pada saat kebakaran terjadi tidak ada korban jiwa. Namun, untuk kerugian materil sekitar Rp 4 juta," ujar dia. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X