Soal Padamnya Api Abadi Mrapen di Grobogan, Ganjar Khawatirkan Hal Ini

Kompas.com - 02/10/2020, 20:55 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menaruh perhatian khusus soal padamnya api abadi Mrapen di Desa Manggarma, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Ganjar mengaku khawatir padamnya api tersebut disebabkan oleh aktivitas eksploitasi di sekitarnya.

"Mungkin ada gangguan kiri kanannya. Bisa jadi ternyata di sebelahnya ada orang yang melakukan tindakan yang mengganggu. Umpama, ada orang menggali di sini, kemudian gasnya bocor ke lubang yang digali itu. Saya minta tim mengecek dan menyelidiki sekaligus melakukan penelitian," tegasnya.

Baca juga: Ganjar Terjunkan Ahli Geologi Teliti Penyebab Padamnya Api Abadi Mrapen

Seperti diketahui, api abadi di Mrapen dikabarkan padam sejak 25 September lalu. Ganjar pun segera meresponnya dengan meminta Dinas ESDM Jawa Tengah turun tangan. 

Selain itu, Ganjar juga meminta para ahli untuk segera melakukan penelitian dna mengungkap penyebab padamnya api abadi Mrapen.

Baca juga: Hadapi Musim Hujan, Gubernur Ganjar: Jateng Sudah Susun Peta Bencana

"Saya minta ahli-ahli Geolog ini untuk melakukan tindakan. Tapi sekarang sedang kita cek, saya minta dilapori perkembangannya," tegasnya.

Ganjar pun berpendapat, padamnya api abadai Mrapen bisa disebabkan faktor alam yang menyebabkan kandungan gas di dalamnya habis. 

(Penulis: Kontributor Semarang, Riska Farasonalia | Editor: Dony Aprian)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X