Siasati Masa Sulit, Guru Seni Ajak Warga Buat Usaha Kerajinan Batik

Kompas.com - 02/10/2020, 18:49 WIB
Guru seni rupa SMA Negeri 1 Wates, Kulon Progo, DI Yogyakarta, mengembangkan batik di rumahnya yang berada di desa wisata Segajih, Kalurahan Hargowilis, Kokap, DI Yogyakarta. Ali Subhan, guru itu, membatik sebagai sambilan dari kewajiban mengajar siswa sekolahnya. Diawali saat pandemi Covid-19, kini produksinya bisa membantu beberapa warga di Segajih, sebuah ‘desa wiasata, yang kehilangan sebagian penghasilan dari kegiatan wisata. KOMPAS.COM/DANI JULIUSGuru seni rupa SMA Negeri 1 Wates, Kulon Progo, DI Yogyakarta, mengembangkan batik di rumahnya yang berada di desa wisata Segajih, Kalurahan Hargowilis, Kokap, DI Yogyakarta. Ali Subhan, guru itu, membatik sebagai sambilan dari kewajiban mengajar siswa sekolahnya. Diawali saat pandemi Covid-19, kini produksinya bisa membantu beberapa warga di Segajih, sebuah ‘desa wiasata, yang kehilangan sebagian penghasilan dari kegiatan wisata.

KULON PROGO, KOMPAS.com- Pandemi Coronavirus Diseases 2019 (Covid-19) berdampak pada semua sektor.

Wisata dan edukasi di kawasan pedesaan pun kena imbas.

Seperti di pedukuhan atau dusun Segajih, Kalurahan (desa) Hargotirto, Kapanewon (kecamatan) Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Wisatawan tidak ada lagi sejak Covid-19 melanda negeri. Segajih pun kini sepi.

“Sabtu dan Minggu selalu ada tamu outbound, susur sungai dan live in. Pandemi hancurkan situasi ini. Tidak ada pengunjung. Desa lockdown sejak Maret. Kami tidak berani buka. Desa mengharuskan semua off,” kata Ali Subhan di rumahnya, belum lama ini.

Baca juga: Hari Ini Saya Memakai Batik Berasal dari Aceh, Bagus Kan?...

Wisatawan, banyak usia pelajar, juga datang untuk menikmati alam pedesaan, belajar gamelan, menari tradisional, melukis, camping hingga tinggal beberapa hari sambil mengikuti kebiasaan warga, seperti membuat gula merah.

Warga pedukuhan memperoleh tambahan penghasilan dari semua kegiatan wisata itu.

Guru seni rupa SMA Negeri 1 Wates, Kulon Progo, DI Yogyakarta, mengembangkan batik di rumahnya yang berada di desa wisata Segajih, Kalurahan Hargowilis, Kokap, DI Yogyakarta. Ali Subhan, guru itu, membatik sebagai sambilan dari kewajiban mengajar siswa sekolahnya. Diawali saat pandemi Covid-19, kini produksinya bisa membantu beberapa warga di Segajih, sebuah ‘desa wiasata, yang kehilangan sebagian penghasilan dari kegiatan wisata.KOMPAS.COM/DANI JULIUS Guru seni rupa SMA Negeri 1 Wates, Kulon Progo, DI Yogyakarta, mengembangkan batik di rumahnya yang berada di desa wisata Segajih, Kalurahan Hargowilis, Kokap, DI Yogyakarta. Ali Subhan, guru itu, membatik sebagai sambilan dari kewajiban mengajar siswa sekolahnya. Diawali saat pandemi Covid-19, kini produksinya bisa membantu beberapa warga di Segajih, sebuah ‘desa wiasata, yang kehilangan sebagian penghasilan dari kegiatan wisata.

Pandemi datang, kegiatan wisata libur, potensi menganggur jadi terbuka. Ali tidak menyerah dengan keadaan. Dia memberanikan diri banting setir ke usaha batik.

Lockdown membuat kita kepepet, tidak ada kegiatan lain, lantas ngapain? Kita di rumah saja tidak ke mana-mana. Ayo kita membatik. Kami memberanikan diri, nekat, (meski) tidak punya teman yang bisa nyanting,” kata Ali yang juga konseptor Desa Wisata Segajih.

Usaha batik karena Ali adalah seorang guru seni rupa yang punya pengetahuan dasar membatik.

Baca juga: Wapres: Batik Merupakan Refleksi Keberagaman Budaya Indonesia

Alasan lain, dia berharap bisa mengembangkan produk khas Segajih, tidak hanya slayer dan sapu tangan batik.

Sehingga, ketika Segajih buka lagi untuk wisatawan, maka dusun ini siap dengan produk khas oleh-oleh yang lebih menarik.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disuntik Vaksin Covid-19, Bupati Pati: Tidak Sakit Kok, Malah Dokternya yang Keringetan

Disuntik Vaksin Covid-19, Bupati Pati: Tidak Sakit Kok, Malah Dokternya yang Keringetan

Regional
Tewas Tertimpa Batu Saat Longsor di Kupang, Pasutri Ini Baru 3 Bulan Menikah

Tewas Tertimpa Batu Saat Longsor di Kupang, Pasutri Ini Baru 3 Bulan Menikah

Regional
Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Seluruh RS Swasta di Wonogiri Wajib Sediakan Ruang Isolasi Perawatan

Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Seluruh RS Swasta di Wonogiri Wajib Sediakan Ruang Isolasi Perawatan

Regional
Berteduh di Bawah Jembatan Saat Hujan Deras, 2 Pemancing Tewas Terseret Banjir

Berteduh di Bawah Jembatan Saat Hujan Deras, 2 Pemancing Tewas Terseret Banjir

Regional
Tren Covid-19 di Pangandaran Naik, Pemkab Siapkan Bekas SD untuk Rawat Pasien

Tren Covid-19 di Pangandaran Naik, Pemkab Siapkan Bekas SD untuk Rawat Pasien

Regional
Hilang Semalaman, Bocah 12 Tahun Ditemukan Tewas di Sendang

Hilang Semalaman, Bocah 12 Tahun Ditemukan Tewas di Sendang

Regional
Tabrakan Kapal di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tim Selam Diterjunkan Cari 5 ABK yang Hilang

Tabrakan Kapal di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tim Selam Diterjunkan Cari 5 ABK yang Hilang

Regional
Kabar Ada yang Meninggal Setelah Divaksin, Bupati Cilacap: Hoaks, Tidak Ada Itu

Kabar Ada yang Meninggal Setelah Divaksin, Bupati Cilacap: Hoaks, Tidak Ada Itu

Regional
Kecelakaan di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tug Boat Mitra Jaya XIX Ditemukan di Perairan Madura

Kecelakaan di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tug Boat Mitra Jaya XIX Ditemukan di Perairan Madura

Regional
Penambahan Kasus Covid-19 di Banten Pecah Rekor, Kota Serang Jadi Zona Merah

Penambahan Kasus Covid-19 di Banten Pecah Rekor, Kota Serang Jadi Zona Merah

Regional
Gubernur Banten Perpanjang PPKM Tangerang Raya hingga 8 Februari 2021

Gubernur Banten Perpanjang PPKM Tangerang Raya hingga 8 Februari 2021

Regional
Sempat Tertunda karena Darah Tinggi, Bupati Brebes Divaksin Covid-19 Usai Istirahat 4 Jam

Sempat Tertunda karena Darah Tinggi, Bupati Brebes Divaksin Covid-19 Usai Istirahat 4 Jam

Regional
Jajal Mobil Listrik, Emil Dardak: Nyaman, Seperti Mengendarai Mobil Bahan Bakar Fosil

Jajal Mobil Listrik, Emil Dardak: Nyaman, Seperti Mengendarai Mobil Bahan Bakar Fosil

Regional
4 Hari Setelah Disuntik Vaksin, Kadis Kesehatan Mataram Terkonfirmasi Positif Covid-19

4 Hari Setelah Disuntik Vaksin, Kadis Kesehatan Mataram Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Viral Foto Ikan Paus Ukuran 7 Meter Terdampar di Perairan Ogan Komering Ilir

Viral Foto Ikan Paus Ukuran 7 Meter Terdampar di Perairan Ogan Komering Ilir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X