Di Hairos Water Park, Ratusan Warga Deli Serdang Pesta Kolam Renang Saat Pandemi, Ini Faktanya

Kompas.com - 02/10/2020, 17:51 WIB
Menjelang tengah hari, Tim Gugus Tugas memasng spanduk penutupan di pintu gerbang masuk ke Hairos Water Park. Spanduk tersebut bertuliskan “Ditutup!!!  Tempat ini Dalam Pengawasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara”. Pemasangan spanduk tersebut perhatian warga sekitar dan mengakibatkan kemacetan. KOMPAS.COM/DEWANTOROMenjelang tengah hari, Tim Gugus Tugas memasng spanduk penutupan di pintu gerbang masuk ke Hairos Water Park. Spanduk tersebut bertuliskan “Ditutup!!! Tempat ini Dalam Pengawasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara”. Pemasangan spanduk tersebut perhatian warga sekitar dan mengakibatkan kemacetan.
Editor Rachmawati

Diskon tersebut dilakukan karena jumlah pengunjung menurun dratis hingga 70 persen selama pandemi.

Mereka juga sempat menutup tempat wisata selama empat bulan dan baru dibuka kembali pada 5 Juli 2020 lalu.

Baca juga: Jalani Swab Usai Gelar Konser Dangdut, Wakil Ketua DPRD Tegal Negatif Covid-19

"Kami sempat tutup selama empat bulan, kemudian buka pada tanggal 5 Juli lalu. Pengunjung menurun drastis hingga 70 persen."

"Sebagai inovasi kami buatlah diskon potongan harga 50 persen untuk menarik pengunjung, rupanya kami tidak tahu akan seramai kemarin yang datang," katanya.

Setelah pemberlakuan diskon, jumlah pengunjung semakin meningkat bahkan di luar akhir pekan. Per hari, jumlah pengunjung bisa mencapai 1.000 orang.

Setelah video tersebut viral, pihak Hairos membatasi jumlah pengunung hanya 700 per hari dan disebar di semua wahan.

Baca juga: Buntut Konser Dangdut, Pemkot Tegal Larang Hiburan dan Batasi Tamu Hajatan

"Per hari ini kita mulai berlakukan pembatasan pengunjung yakni 700 orang per hari nya. Dan para pengunjung itu kita sebar di semua wahana tidak terfokus hanya satu wahana saja," tuturnya.

Pihaknya juga meniadakan hiburan atau live music untuk mengurangi penumpukan pengunjung.

"Kita juga meniadakan live music atau entertainment lainnya yang bisa menyebabkan penumpukan pengunjung. Ini akan kita kontrol terus, kita juga menyesal atas kejadian kemarin," katanya.

Namun sejak Jumat (2/9/2020) Hairos ditutup oleh petugas.

Pemasangan spanduk tersebut menjadi perhatian warga sekitar dan mengakibatkan kemacetan di sekitar Hairos.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Dewantoro | Editor: Aprillia Ika), tribun-medan.com

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X