Buntut Konser Dangdut, Pemkot Tegal Larang Hiburan dan Batasi Tamu Hajatan

Kompas.com - 01/10/2020, 16:05 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo (WES) ditemui usai pemeriksaan sebagai tersangka oleh tim penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Tengah pada Rabu (30/9/2020). KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAWakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo (WES) ditemui usai pemeriksaan sebagai tersangka oleh tim penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Tengah pada Rabu (30/9/2020).

TEGAL, KOMPAS.com - Pasca-gelaran konser dangdut yang dihadiri ribuan orang dan menjadi pemberitaan nasional, Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal akhirnya melarang warganya menggelar pesta hajatan.

Wakil Wali Kota Muhamad Jumadi mengatakan, hajatan pernikahan maupum khitanan tetap boleh digelar tanpa hiburan dangdut dan dibatasi maksimal 30 tamu undangan.

"Gelaran hajatan boleh. Namun hanya maksimal dihadiri 30 orang saja. Tanpa hiburan seperti organ tunggal," kata Jumadi kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

Baca juga: Resmi Ditetapkan Tersangka, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wajib Lapor ke Polda Jateng

Meski masih memperbolehkan, pihaknya tetap mengingatkan warga, bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir dan harus bersama-sama mengambil langkah pencegahan penularan.

"Melihat situasi seperti ini ya lebih baik untuk pernikahan ijab kabul saja. Ini lebih baik untuk menghindari kerumunan," kata Jumadi.

Sebagai tuan rumah atau sohibul hajat, kata Jumadi, harus bisa mengontrol jalannya gelaran hajatan. Jangan sampai karena lengah pengawasan, menimbulkan kerumunan apalagi abai protokol kesehatan.

"Mengundang tamu boleh, namun tuan rumah harus bisa mengatur. Sekali lagi yang penting orangnya dibatasi, bukan besaran tendanya. Dan sekali lagi ditegaskan tidak boleh ada hiburan," ujarnya.

Baca juga: Jadi Tersangka Usai Gelar Dangdut, Wakil Ketua DPRD Tegal: Ikuti Saja

Sebagai informasi, gelaran pesta hajatan yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo Rabu (23/9/2020) lalu dihadiri ribuan warga.

Publik termasuk aparat penegak hukum mesrepons hingga akhirnya penyelenggara dijadikan tersangka dan dijerat Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan.

Pasca peristiwa itu, dalam berbagai kesempatan Wakil Wali Kota M. Jumadi menyampaikan Pemkot akan melarang gelaran pernikahan dan hanya boleh ijab kabul saja mulai 1 Oktober.

Pemkot Tegal akhirnya berubah pikiran dan menjadi memperbolehkan warganya menggelar hajatan namun tanpa hiburan.

Rencana yang akhirnya direalisasi mulai 1 Oktober adalah melarang objek wisata, kafe, dan usaha karaoke beroperasi selama sebulan yang dituangkan melalui surat edaran wali kota.

Kebijakan itu untuk pencegahan menghindari kerumunan mengingat kasus Covid-19 di Kota Tegal masih terus meningkat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Remaja Dipanggil Polisi karena Joget Erotis di Zebra Cross, Alasannya demi Konten Tiktok

5 Remaja Dipanggil Polisi karena Joget Erotis di Zebra Cross, Alasannya demi Konten Tiktok

Regional
Eri Cahyadi Dilantik Jadi Walkot Surabaya, Pengamat: Dia Digadang-gadang Seperti Risma...

Eri Cahyadi Dilantik Jadi Walkot Surabaya, Pengamat: Dia Digadang-gadang Seperti Risma...

Regional
Polisi Dilempari Batu Saat Bubarkan Balap Liar di Makassar

Polisi Dilempari Batu Saat Bubarkan Balap Liar di Makassar

Regional
Program Jangka Pendek Walkot Semarang untuk Banjir, Tambah Pompa dan Atasi Masalah Sampah

Program Jangka Pendek Walkot Semarang untuk Banjir, Tambah Pompa dan Atasi Masalah Sampah

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Halmahera Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Halmahera Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Tak Hanya Kusmiyati yang Tertipu Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS, Uang Sutikno Rp 102 Juta Juga Raib

Tak Hanya Kusmiyati yang Tertipu Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS, Uang Sutikno Rp 102 Juta Juga Raib

Regional
Jenazah Kakek 69 Tahun Dibawa Pakai Perahu Karet Terobos Banjir di Semarang

Jenazah Kakek 69 Tahun Dibawa Pakai Perahu Karet Terobos Banjir di Semarang

Regional
Selain di Surabaya, Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Malang, Sidoarjo, dan Mojokerto

Selain di Surabaya, Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Malang, Sidoarjo, dan Mojokerto

Regional
Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap, Pemilik Pabrik: Demi Utuhnya Silaturahmi...

Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap, Pemilik Pabrik: Demi Utuhnya Silaturahmi...

Regional
Cerita Bupati Trenggalek Mampir ke SMA 6 Surabaya Usai Dilantik, Mengaku Kangen dan Teringat Sering Bolos

Cerita Bupati Trenggalek Mampir ke SMA 6 Surabaya Usai Dilantik, Mengaku Kangen dan Teringat Sering Bolos

Regional
Jadi Wali Kota Medan, Bobby Nasution: Kita Buang Semua Ego agar Dapat Berkolaborasi

Jadi Wali Kota Medan, Bobby Nasution: Kita Buang Semua Ego agar Dapat Berkolaborasi

Regional
Usai Dilantik Jadi Bupati, Mukti Agung Wibowo: Gaji Saya untuk Warga Pemalang

Usai Dilantik Jadi Bupati, Mukti Agung Wibowo: Gaji Saya untuk Warga Pemalang

Regional
Bupati Jember Hendy Siswanto: Target Kami, Maret APBD 2021 Rampung

Bupati Jember Hendy Siswanto: Target Kami, Maret APBD 2021 Rampung

Regional
Protes Wakil Bupati OKU Diborgol Saat Keluar Rutan untuk Dilantik, Kuasa Hukum: Buat Apa, Kan Bukan Mau Kabur

Protes Wakil Bupati OKU Diborgol Saat Keluar Rutan untuk Dilantik, Kuasa Hukum: Buat Apa, Kan Bukan Mau Kabur

Regional
Usai Pelantikan, Banyak Pekerjaan yang Harus Diselesaikan Bupati dan Wabup Jember

Usai Pelantikan, Banyak Pekerjaan yang Harus Diselesaikan Bupati dan Wabup Jember

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X