328 Santri di Banyumas Terpapar Covid-19, Forum Ponpes: Ini Bukan Aib

Kompas.com - 01/10/2020, 12:39 WIB
Juru Bicara Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Banyumas Ustadz Enjang Burhanudin Yusuf (paling kanan) saat konferensi pers di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (1/10/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINJuru Bicara Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Banyumas Ustadz Enjang Burhanudin Yusuf (paling kanan) saat konferensi pers di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (1/10/2020).

 

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Sebanyak 328 santri di salah satu pondok pesantren ( Ponpes) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19).

Juru Bicara Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Banyumas Ustadz Enjang Burhanudin Yusuf menyampaikan, sebagian besar santri yang terpapar dalam kondisi sehat.

"Jadi wali santri dan masyarakat tidak perlu resah, karena laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) 95 persen dalam kondisi sehat secara fisik," kata Enjang saat konferensi pers di di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (1/10/2020).

Baca juga: 328 Santri di Banyumas Terjangkit Covid-19, 20 Sudah Sembuh

Enjang mengatakan, untuk sementara para santri yang positif diisolasi di beberapa lokasi. Tujuannya agar tidak menular ke orang-orang yang memiliki risiko tinggi.

"Kondisi santri (di tempat karantina) baik-baik saja. Wali santri tidak perlu khawatir, karena kami koordinasi terus dengan Pemkab," ujar Enjang.

Lebih lanjut, Enjang mengatakan, sejak awal pandemi Covid-19 seluruh ponpes di Banyumas telah berusaha mencegah penyebaran Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Semenjak enam bulan terakhir ponpes sudah berkoordinasi satgas Covid-19. Kami bersinergi untuk bersama-sama agar pesantren tidak terpapar Covid-19. Kami juga sudah membentuk satgas Covid-19 di pesantren, kami sudah menerapkan protokol kesehatan," kata Enjang.

Baca juga: Santri Terpapar Covid-19 di Banyumas Tambah Jadi 328, Semuanya Sehat

Kasus Covid-19 yang terjadi di lingkungan ponpes, menurut Enjang, dapat terjadi di mana pun.

"Covid-19 bisa menyerang siapa pun, tanpa mengenal jabatan, agama apa pun. Ini bukan aib, ini pelajaran untuk menjaga diri agar terlindungi semua. Secara spiritual kami selalu memanjatkan doa. Jadi usaha jasmani dan rohani sudah kami lakukan," ujar Enjang.

Diberitakan sebelumnya, sntri salah satu ponpes di Kabupaten Banyumas, yang terpapar Covid-19 kembali bertambah 136 orang, sehingga total menjadi 328.

Sebanyak 20 di antaranya kini telah dinyatakan sembuh.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X