Komnas HAM Minta ITDC Setop Pembanguan di Lahan Sirkuit MotoGP yang Bersengketa

Kompas.com - 30/09/2020, 21:05 WIB
Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara (no 3 dari kiri) berbaju batik, bertemu dangan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Kapolda NTB, Irjen Pol M. Iqbal, pihak ITDC dan unsur Forkompimda NTB, bertemu membicarakan kasus sengketa lahan kawasan sirkuit motoGP Mandalika, Rabu (30/9/2020) FITRI RKomisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara (no 3 dari kiri) berbaju batik, bertemu dangan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Kapolda NTB, Irjen Pol M. Iqbal, pihak ITDC dan unsur Forkompimda NTB, bertemu membicarakan kasus sengketa lahan kawasan sirkuit motoGP Mandalika, Rabu (30/9/2020)

KOMPAS.com - Kasus sengketa lahan di areal sirkuit MotoGP, yang masih belum tuntas antara pemilik lahan dan pihak Indonesia Tourisme Development Coorporation ( ITDC) yang mengelola pembangunan proyek strategis nasional Kawasan Ekonomi Khusua (KEK) Mandalika, mendorong Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM), turun ke lapangan atau lokasi lahan sengketa.

Komnas HAM turun ke lokasi sejak Senin (28/9/2020) hingga Rabu (30/9/2020).

Atas kondisi di lapangan dan laporan masyarakat, Komnas HAM meminta ITDC untuk menghentikan sementara aktivitas pembangunan di lahan yang masih bersengketa.

"Saya tadi sudah meminta pada ITDC untuk menghentikan sementara aktivitas di lahan yang sedang bersengketa. Jika ada ya mereka (ITDC) melanggar, artinya saya meminta mereka menghentikan proses pembangunan terlebih dahulu, bagunlah di lahan yang sudah selesai sengketanya," kata salah seorang Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, kepada wartawan di Mataram, Rabu.

Baca juga: Truk Muatan Karet Terbakar di Tol Sidoarjo

Beka mengatakan, terkait sengketa lahan antara warga dan ITDC, pihaknya menerima aduan dari warga yang mengklaim memiliki hak atas tanah yang menjadi areal sirkuit MotoGP. 

Awalnya pihaknya menerima pengaduan dari 9 warga dari 10 bidang tanah, kemudian bertambah menjadi 15 pengadu warga untuk 16 bidang tanah. 

Pada pokoknya, kata Beka, warga mengadukan dua hal. Pertama hak atas lahan yang belum dibayar tetapi mereka telah terancam untuk dikosongkan atau digusur.

"Yang kedua soal intimidasi, ancaman atau perbuatan yang tidak menyenangkan dari beberapa oknum sehingga warga merasa hak atas rasa amannya terganggu," kata Beka.

Dua hal pokok yang dilaporkan warga itu, direspons oleh Komnas HAM dan sesuai dengan kewenangan Undang -Undang serta mekanisme standar yang ada di Komnas HAM.

Tim Komnas HAM meminta keterangan kepada ITDC terkait pokok atau materi aduan masyarakat.

Komnas HAM juga telah bersurat pada ITDC dan telah direspons.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa 5,4 Magnitudo Guncang Mamuju Tengah, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,4 Magnitudo Guncang Mamuju Tengah, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
4 Pencuri Relief Makam Ditangkap, Barang Curian Hendak Dijual ke Jakarta

4 Pencuri Relief Makam Ditangkap, Barang Curian Hendak Dijual ke Jakarta

Regional
Seorang Tukang Kayu Tewas Tersengat Listrik Saat Bikin Kerangka Jendela

Seorang Tukang Kayu Tewas Tersengat Listrik Saat Bikin Kerangka Jendela

Regional
Beredar Foto Diduga Hasil Putusan MA soal Gugatan Petahana, Ini Tanggapan KPU Ogan Ilir

Beredar Foto Diduga Hasil Putusan MA soal Gugatan Petahana, Ini Tanggapan KPU Ogan Ilir

Regional
23 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning, Khofifah: Kesembuhan Konsisten Dibanding Kasus Baru

23 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning, Khofifah: Kesembuhan Konsisten Dibanding Kasus Baru

Regional
Pembelajaran Tatap Muka di Solo Mulai November, Guru dan Siswa Harus Tes Swab

Pembelajaran Tatap Muka di Solo Mulai November, Guru dan Siswa Harus Tes Swab

Regional
Baru Lahir, Bayi Perempuan Ini Positf Corona Tertular dari Ibunya

Baru Lahir, Bayi Perempuan Ini Positf Corona Tertular dari Ibunya

Regional
Ingin Hidup Mandiri, Puluhan Mantan ODGJ Bercocok Tanam hingga Membatik

Ingin Hidup Mandiri, Puluhan Mantan ODGJ Bercocok Tanam hingga Membatik

Regional
Banjir Bandang Terjang Tujuh Desa di Trenggalek, Ratusan Rumah Terendam

Banjir Bandang Terjang Tujuh Desa di Trenggalek, Ratusan Rumah Terendam

Regional
Erick Thohir: 2022 Tak Lagi Beli Vaksin Impor

Erick Thohir: 2022 Tak Lagi Beli Vaksin Impor

Regional
Viral, Video Anggota TNI Masuk Gorong-gorong, Begini Ceritanya

Viral, Video Anggota TNI Masuk Gorong-gorong, Begini Ceritanya

Regional
Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka, Ini Kronologi Dugaan Kasusnya

Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka, Ini Kronologi Dugaan Kasusnya

Regional
2 Santri Lombok Tengah Terseret Air Bah, 1 Tewas, 1 Hilang

2 Santri Lombok Tengah Terseret Air Bah, 1 Tewas, 1 Hilang

Regional
Jadi Pasien Covid-19 Pertama, Sekda Kabupaten Taliabu: Saya Sudah Sembuh Total...

Jadi Pasien Covid-19 Pertama, Sekda Kabupaten Taliabu: Saya Sudah Sembuh Total...

Regional
Kisah Perawat Pasien Covid-19, Dimarahi hingga Dilarang Pulang ke Rumah

Kisah Perawat Pasien Covid-19, Dimarahi hingga Dilarang Pulang ke Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X