21.000 Warga Jalani Tes Swab di Kota Malang, 1.780 Kasus Positif Covid-19

Kompas.com - 30/09/2020, 19:25 WIB
Ilustrasi virus corona (SARS-CoV-2), Covid-19 ShutterstockIlustrasi virus corona (SARS-CoV-2), Covid-19

MALANG, KOMPAS.com - Sekitar 21.000 warga di Kota Malang sudah menjalani tes swab. Hal itu berdasarkan data yang terhimpun di Satgas Covid-19 Kota Malang.

"Jumlah swab kita belum mendata secara keseluruhan. Namun yang sudah terdata, secara keseluruhan 21.000 sekian," kata Humas Satgas Covid-19 Kota Malang, Husnul Mu'arif melalui sambungan telpon, Rabu (30/9/2020).

Sementara itu, angka kesembuhan kasus Covid-19 di Kota Malang meningkat. Gugus tugas mencatat angka kesembuhan mencapai 82 persen.

Angka itu berada di atas target yakni 81 persen. Namun, masih berada di bawa rata-rata kesembuhan tingkat Provinsi Jawa Timur yang mencapai 85 hingga 86 persen.

Tingginya angka kesembuhan itu menyebabkan ruangan safe house yang disediakan Pemerintah Kota Malang banyak yang kosong.

Safe house yang ada di gedung milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Jalan Kawi Kota Malang hanya terisi 59 orang dari total kapasitas 90 orang.

"Ditambah RSUD kita (RSUD Kota Malang) sebagai rumah sakit darurat Covid-19," jelasnya.

Rumah sakit lapangan

Meski angka kesembuhan tinggi, Husnul mengatakan rencana pembangunan rumah sakit lapangan di Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (Polkesma) di Jalan Ijen Kota Malang tetap berlanjut.

Sebab, rumah sakit lapangan tersebut merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Rumah sakit lapangan bisa digunakan masyarakat di kawasan Malang Raya yang terdiri dari Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, serta daerah lain.

"Jadi kalau rumah sakit darurat lapangan itu kan inisiasi dari pemerintah provinsi, untuk membantu Malang Raya dan juga daerah lain untuk meminimalisir adanya isolasi," jelasnya.

Sebanyak 1.780 kasus positif Covid-19 tercatat di Kota Malang hingga Rabu (30/9/2020). 

Rinciannya, meninggal sebanyak 170 orang, sembuh sebanyak 1.495 orang, bertambah 28 orang, dan masih dalam pemantauan sebanyak 115 orang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Regional
5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

Regional
Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X