Muncul Kasus Covid-19 dari Klaster Kondangan Cirebon di Temanggung

Kompas.com - 30/09/2020, 17:32 WIB
Bupati Temanggung M. Al Khadziq (kemeja putih) saat meninjau tempat isolasi mandiri pasien Covid-19 di BLK Kabupaten Temanggung, Rabu (30/9/2020). KOMPAS.COM/IKA FITRIANABupati Temanggung M. Al Khadziq (kemeja putih) saat meninjau tempat isolasi mandiri pasien Covid-19 di BLK Kabupaten Temanggung, Rabu (30/9/2020).

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, melaporkan adanya kasus positif Covid-19 yang muncul dari klaster kondangan.

Sudah ada 21 orang yang terjangkit virus corona dari klaster penularan ini.

“Di Kabupaten Temanggung, akhir-akhir ini terdapat lonjakan kasus Covid-19, salah satunya dengan munculnya klaster baru, yakni klaster kondangan,” kata Bupati Temanggung M. Al Khadziq seusai menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Kabupaten Temanggung, Rabu (30/9/2020).

Baca juga: Cegah Klaster Perkantoran, Wali Kota Salatiga Wajibkan Instansi Miliki Akun Medsos

Khadziq memaparkan, kasus ini ditemukan saat ada seorang warga lingkungan Coyudan, Kelurahan Parakan Wetan, Kecamatan Parakan, yang sakit lalu meninggal dunia. 

Warga ini telah menjalani tes PCR dan hasilnya positif terinfeksi Covid-19. Dia memiliki riwayat perjalanan kondangan ke Cirebon, Jawa Barat. 

“Orang ini pulang dari kondangan ke Cirebon, sakit lalu meninggal dunia. Setelah tes swab ternyata yang bersangkutan positif Covid-19. Lalu seluruh rombongan yang ikut kondangan juga di-swab hasilnya ada 21 orang positif Covid-19," papar Khadziq.

Dari jumlah itu, meliputi 18 orang berasal dari lingkungan Coyudan dan tiga orang dari Dusun Situk, Kelurahan Parakan Wetan, Kecamatan Parakan.

Seluruhnya kemudian menjalani isolasi di BLK Kabupaten Temanggung.

Baca juga: Jadi Klaster Covid-19 di Jateng, Ponpes Diminta Tak Pulangkan Santri

Menurut Khadziq, mereka diisolasi di BLK karena mereka tinggal di kawasan permukiman yang padat.

Jarak antarrumah berdekatan, gang sempit, sehingga dikhawatirkan terjadi transmisi lokal.

"Aspirasi dari masyarakat Coyudan sendiri, mereka khawatir terjadi penularan lokal kalau para yang positif ini diisolasi mandiri di kampung. Mereka sendiri meminta agar dilakukan karantina oleh Pemkab,” ujarnya.  

Khadziq menjelaskan, kemarin sudah dilakukan rapat Satgas Covid-19 Kabupaten Temanggung.

Kemudian, diputuskan untuk 18 orang yang positif Covid-19 dilakukan penjemputan untuk dikarantina. 

Selain menjemput dan mengisolasi warga yang positif Covid-19, petugas juga melakukan disinfeksi rumah-rumah warga di kampung tersebut.

Baca juga: Dinkes Boyolali Catat Penambahan 6 Klaster Baru Penularan Covid-19

Pihaknya tidak ada lagi kasus positif Covid-19 yang muncul dari klaster ini.

“Harapan kita tidak terjadi penularan transmisi lokal. Masyarakat tetap dapat selamat, warga yang dikarantina segera membaik dan negatif," kata Khadziq.

Untuk diketahui, data terakhir kasus Covid-19 di Kabupaten Temanggung mencapai 414 kasus, meliputi 19 orang meninggal dunia, 322 orang sembuh, 67 orang isolasi mandiri dan 6 orang dirawat di rumah sakit.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X