Kata Warga soal Penghuni Rumah di Gunungkidul yang Digeledah Densus 88

Kompas.com - 30/09/2020, 16:52 WIB
Lokasi penggeledahan oleh Densus 88 Mabes Polri di Kapanewon Playen Rabu (30/9/2020) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOLokasi penggeledahan oleh Densus 88 Mabes Polri di Kapanewon Playen Rabu (30/9/2020)

YOGYAKARTA,KOMPAS.com- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggeledah satu rumah di Padukuhan Ngawu, Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (30/9/2020).

Di mata warga, W dipandang sebagai orang yang mudah bergaul dengan tetangganya meski baru sekitar enam bulan menetap.

Dia dikenal tetangganya sebagai pedagang pakaian yang dijual di Pasar Playen, Pasar Dlingo dan pasar lainnya.

"Sehari-hari berjualan biasa, pakaian dari pasar ke pasar, tidak ada yang menonjol," Ketua RT 02 Padukuhan Ngawu, Suyono saat ditemui selesai penggeledahan Rabu (30/9/2020).

Baca juga: Densus 88 Geledah Rumah Penjual Pakaian di Gunungkidul

Suyono mengatakan, sebagai pendatang W pun menyerahkan berkas ke pihak RT dengan KK dari Semarang, Jawa Tengah.

Dia tak menyangka, laki-laki itu ikut organisasi terlarang.

Saat penggeledahan berlangsung, Suyono melihat ada banyak barang yang dibawa polisi dari rumah W. Hanya saja, ketua RT ini tidak tahu barang yang dibawa.

Maryati, warga RT 02 Padukuhan Ngawu lainnya, mengatakan W dikenal masyarakat sebagai pendatang yang ramah.

Setiap ada kegiatan W sering ikut dan sering membaur.

"Kalau ibu memang tertutup. Mereka mempunyai tujuh anak, tapi yang tinggal di rumah kontrakan itu hanya Pak W, istrinya dan tiga orang anaknya," ucap Maryati.

Baca juga: Densus 88 Gagalkan Rencana Serangan Terduga Teroris ke Markas TNI-Polri di NTB

Menurut dia, pagi tadi W masih beraktivitas seperti biasa. Saat subuh, W masih pergi ke masjid shalat berjemaah.

Namun setelah agak siang warga setempat sudah tidak mengetahui keberadaannya dan sekitar rumah sudah ramai petugas kepolisian dengan senjata lengkap.

“Habis subuhan saja masih papasan kok sama dia (W). Kebetulan saya dari pasar terus dia baru keluar masjid," ucap dia.

Sejumlah warga yang biasa lewat di jalan tersebut dilarang masuk oleh petugas kepolisian.

Baca juga: Selama 1-11 Agustus 2020, Densus 88 Tangkap 10 Terduga Teroris di 3 Provinsi

Sekitar 13.00 WIB, mobil gegana keluar dari lokasi.

"Polres bantu laksanakan pengamanan lokasi saja. Terkait detail kegiatannya langsung ke tim Densus," kata Kapolres Gunungkidul AKBP Agus Setyawan saat dihubungi melalui telepon Rabu.

Lokasi ini hanya berjarak 500 meter dari lokasi penggeledahan satu rumah di Kalurahan Ngunut pada November 2019.

Bahkan saat itu petugas meledakkan beberapa bom.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Istri dari Pemimpin MIT Ali Kalora

Total di Gunungkidul sudah ada empat kali penggerebekan yang dilakukan Densus 88.

Selain dua kasus di Playen, penggrebekan lainnya terjadi di Kalurahan Kepek, Wonosari pada 2017  dan satu kasus lagi terjadi di Kalurahan Wunung, Wonosari pada akhir 2019 lalu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Regional
Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Regional
Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Regional
Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X