Kompas.com - 30/09/2020, 13:56 WIB
Ilustrasi penganiayaan anak-anak. Kompas.com/ERICSSENIlustrasi penganiayaan anak-anak.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Polsek Pangkalan Kuras di Kabupaten Pelalawan, Riau, telah memeriksa kedua orangtua anak yang diduga menjadi korban kekerasan.

Kepala Urusan Humas Polres Pelalawan Iptu Edy Haryanto menyampaikan, kedua orangtua korban berinisial DZ (34) dan Ibunya MZ (33), diperiksa pada Selasa (29/9/2020).

Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa aksi kekerasan terhadap anak dilakukan oleh Ayahnya.

Baca juga: Bocah 8 Tahun yang Diduga Dianiaya Orangtua Ditemukan di SPBU

"Ayahnya (DZ) mengakui telah melakukan kekerasan terhadap anaknya yang berusia 10 tahun (sebelumnya disebutkan usia 8 tahun)," ujar Edy kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Rabu (30/9/2020).

Ia menerangkan, pelaku awalnya pulang kerja dan melihat dua orang anaknya mengalami bengkak di mata sebelah kiri dan hidung merah.

Pengakuan kedua anak yang masih kecil itu, mereka dipukul oleh korban yang merupakan kakaknya.

Pelaku kemudian mengambil sebuah tang yang berada di atas meja di rumahnya di Desa Terantang Manuk, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan.

"Pelaku menjepit jari kelingking korban sebelah kiri. Korban saat itu sudah menangis, namun pelaku masih menjepit jari kelingking dan jari manis korban pakai tang," kata Edy.

Baca juga: Anak 8 Tahun Diduga Dianiaya Orangtua, Mengaku Disiksa Pakai Tang

Tak sampai di situ, pelaku mengaku mengambil sebuah kursi kayu dan memukulkan ke punggung anaknya sebanyak dua kali.

Setelah itu, pelaku kembali mengambil tang dan memukul wajah anaknya.

Menurut Edy, karena sudah tersulut emosi, pelaku mengambil sebuah kapak di bawah meja sambil mengancam akan memotong kaki sang anak kalau keluar rumah.

 

"Melihat hal itu, istrinya memegang tangan suaminya. Setelahnya, Ibunya membawa korban pergi dan meninggalkan korban di Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras. Jadi korban ditemukan di SPBU oleh warga hingga viral di media sosial," kata Edy.

Sementara itu, Edy mengatakan, Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko telah melakukan pertemuan bersama Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol Ahmad, Kepala UPTD PPA Pelalawan Emena Rianda dan tim PPA Provinsi Riau, keluarga korban, serta anggota Dewan setempat.

Dari pertemuan ini, terdapat hambatan dalam proses hukum terhadap pelaku, yakni Ayah korban.

Pasalnya, pihak keluarga tidak bersedia membuat laporan atas peristiwa ini, dengan pertimbangan pelaku sebagai tulang punggung keluarga dan memiliki 6 orang anak yang masih kecil.

"Saat ini sedang dilakukan gelar kasus KDRT tersebut dipimpin Kasat Reskrim Polres Pelalawan. Untuk kondisi korban sudah membaik, namun luka akibat kekerasan masih tetap dilakukan perawatan," sebut Edy.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X